Bali, Kuta, dan Sukowati

Nginep di Kuta
Nginep di Kuta

 

“heeii.. eh bocah bocah, cepet bangun, subuuuh… subuh..” ovy yang sedang membangunkan saya, saras, cepe, eji, dan retha. Rupanya sangat susah membangunkan kami yang terlalu nyenyak tidur di kasur alam, pasir pantai Kuta.

Ketika membuka mata langit masih gelap, saya taksir  ini masih sekitar pukul 4 atau 5 pagi. Dingin pun semakin menggerogoti kulit yang hanya dilapisi jaket.

“iya.. nanti, masih gelap juga” jawab kami yang enggan untuk bangun.

“ ih, udah jam 6 tau!!!” serius ini jam 6” kata ovy

“ha?” semua langsung kaget.

Saat itu juga kami melihat jam dan benar benar sudah jam 6 pagi. Kemudian kami langsung kelimpungan untuk mencari air wudhu untuk sholat subuh.

Kesana kemari tidak mendapatkan air. Ada yang usul untuk pakai air pantai saja, namun saya enggan sekali menggunakan air laut untuk berwudhu, pasti akan terasa sangat lengket. Karena pada saat itu masih memungkinkan untuk wudhu dengan air maka tidak bias tayamum.

Akhirnya kami mengerahkan semua botol aqua yang masih berisi air, semua harus kebagian. Akhirnya kami sholat di atas pasir pantai Kuta sambil menghadap kea rah pantai,kebetulan kiblat mengarah kesana. Ah bukan main liburan ini, kami telah solat di atas Bromo di waktu subuh, kami pula sholat magrib ditemani dengan rimbanya alam baluran serta menghadap hamparan savanna yang indah nan luas, hingga pagi ini kami sholat di atas pasir pantai Kuta menghadap pantai kuta yang cukup terkenal.

Setelah sholat kami bergegas untuk mencari penginapan di sekitar poppies lane 2. Setelah telepon penginapan sana sini kami tidak mendapatkan tempat yang kosong, kemudian kami memutuskan untuk menjelajahi jalan poppies lane 2 beserta gang gang di dalamnya. Setelah dua sampai tiga kali mendatangi penginapan dan gagal karena fully book, akhirnya kami mendapatkan penginapan yang cukup cocok dikantong dan juga nyaman.

Waktu itu kami ditawari Rp 700rb, untuk 2 hari 2 malam, free breakfast, 2 extra bed, dan 3 kamar. Mungkin kalau dibagi 8orang sekitar Rp 45.000/orang/hari. Ya fasilitas kamarnya cukup dengan fan dan kamar mandi dalam. Namun itu sudah sangat cukup untuk kami karena penginapan hanya sebagai tempat menaruh barang saja.

4828471071_0a38c667e4_b
Happines is a journey not the destination

Setelah deal dengan ibu ibu Bali Dwipa kami langsung memasuki kamar kami masing masing. Setelah beres beres kami para lelaki langsung tidur begitu juga saras, retha, dan merlin. Entah setan apa yang merasuki, bukannya semangat untuk jalan jalan di Bali tapi kami malah males malesan di penginapan. Sekitar pukul 2 siang kami baru bergegas mencari mobil untuk pergi belanja ke pasar sukowati.

Akhirnya kami mendapatkan sewa mobil di sekitar jalan pantai kuta. Langsung tancap menuju pasar sukowati. Saya kira dekat dengan Kuta ternyata jauh. Ya cukup memakan waktu untuk mencapai sukowati.

Kira kira pukul 3 kami sampai di sukowati. Kami kemudian sepakat untuk berpisah mencari belanjaan masing masing disana dan pada pukul 4 kami bertemu kembali di depan pasar. Sambil jalan jalan saya iseng iseng mencari oleh oleh titipan teman. Kebetulan dapet yang murah, 10rb untuk baju barong. Yasudah saya beli dua saja, andai saja saya memang membawa uang lebih, mungkin akan beli beberapa lagi untuk keluarga di rumah, namun sayang liburan ini memang dengan budget yang pas-pasan. Berbeda dengan cepe, waktu itu saya tidak sengaja ketemu dia di dalam pasar sukowati, dia sedang memilih milih kaos dan baju barong, semuanya diborong. Bukan main memang anak yang satu itu! Hahaha

Pukul 5 sore kam sudah berada di pantai kuta. Kami langsung memasuki pantai yang telah kami tiduri malam itu dan langsung berhamburan mencari tempat yang enak untuk menikmati sunset dan sedikit bermain air. Entah memang selalu ramai atau saat itu memang sudah musim liburan , ya saya rasa memang tiap saat pantai itu ramai. Walaupun ramai kami tetap mendapatkan moment seru di pantai kuta itu. Sambil menunggu sunset kami berfoto foto.

Sunset in Kuta
Sunset in Kuta

Sore itu sunset-nya kurang bagus. Ya cukup bagus sih, namun esensinya kurang. Mungkin karena tidak sampai melihat matahari bertemu dengan laut dan golden shine. Namun kami cukup menikmati.

Akhirnya sore itu kami kembali ke penginapan dan memutuskan untuk beristirahat untuk destinasi yang benar benar menarik dan menanti esok hari.

You may also like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.