Bali, Pertama Kali?

Dreamland
Dreamland

Bali, Juni 2010. Pagi itu hidup serasa nyaman banget, ini benar benar liburan. Setelah kemarin bermalas-malasan kemudian berbelanja di Pasar Sukowati serta bermain sampai magrib di Pantai kuta, tidur malam itu serasa sangat nyenyak. Kami mulai beraktivitas jam 8 pagi, setelah semuanya selesai mandi dan akan sarapan di bawah. Menu sarapan gratis pagi itu pancake pisang dan roti bakal serta teh manis hangat. Akhirnya kami bisa bermanja manja di tengah liburan yang sangat adventurous sebelumnya.

Uluwatu
Uluwatu

Rencana hari itu adalah keliling Bali, ya walau hanya sebagian namun sudah cukup meliputi apa yang kita ingin. Bermodalkan Rp 200.000 untuk menyewa mobil serta Rp 100.000 untuk bensinnya, kami memulai perjalanan ke objek yang paling jauh yaitu Uluwatu. Tanpa peta, kami hanya bermodalkan petunjuk jalan, bisa dibilang hoki-hokian juga. Hanya setengah jam kami sampai di Uluwatu. Ya.. mungkin bagi yang pernah dan sering ke Bali, sudah tau lah ya gimana disana. Ada tebing tinggi, dan langsung menghadap ke Samudera Hindia. Lagi lagi kami ketemu monyet, sumpah perjalanan ini bertemakan monyet! Rasanya sudah muak melihat mahluk yang satu itu, teringat beberapa hari yang lalu ketika kami masih di Baluran, salah seorang teman saya sampai dikejar monyet monyet liar. Ckckck

Magnificent Uluwatu
Magnificent Uluwatu

Setelah dari Uluwatu, kami menuju Pantai Dreamland. Cukup mahal biaya parkir disana, mungkin karena sedang dikembangkan. Cuacanya sangat terik, ya kalau di pantai bagus seterik apapun tidak akan terasa panas, kami lanjut saja mainan ombak serta berlari lari di pasir pantainya. Dibanding Kuta tentu di Dreamland, saat itu, cenderung lebih sepi. Bahkan ada bule cewe yang topless coba! Ombaknya tergolong asik. Pasir pantainya putih dan halus. Terdapat tebing-tebing karang untuk berteduh dari sengatan matahari. Kalau kita memanjat ke atas tebingnya, kita bisa melihat pantai ini keseluruhan.

Dreamland
Dreamland
GWK
GWK

Tidak lupa juga kami ke Garuda Wisnu Kencana (GWK). Tiket masuknya cukup mahal, walau dengan harga mahasiswa, itu masih termasuk mahal. Haha ya namanya juga budget traveler jadi semuanya serta diirit-iritin. Sayang sekali kita telat untuk menyaksikan pertunjukkan seni yang dari siang sudah berlangsung, saya kira disana Cuma ada patung Wisnu dan Garudanya yang maha besar, ternyata lebih dari itu, banyak pertunjukkan pertunjukkan seru.

Atraksi budaya di GWK
Atraksi budaya di GWK

Menjelang pukul 6 sore, kami sudah  duduk di barisan paling depan di amphiteather. Kurang lebih menunggu setengah jam hingga penampilan dimulai. Kalau tidak salah, penampilan diawali dengan masuknya wanita wanita yang beberapa mengenakan kostum tari cendrawasih. Sendratari ini berlangsung sangat seru, mungkin karena ada interaksi dengan para penonton. Kemudian kostum serta gerakannya yang jadi pun sangat apik dibawakan, diiringi oleh iringan musik yang klop banget dengan penari dan pemainnya. Ah pokoknya super!!!!

Hari terakhir di Bali kami bangun agak siang, sambil berberes dan packing barang barang, kami membicarakan mau kemana sisa hari terakhir di Bali ini. Akhirnya kami memutuskan untuk pergi ke Ubud, cukup penasaran juga sih kenapa Ubud bisa dinobatkan sebagai kota terbaik se-Asia 2009. Lagi lagi kami ditraktir oleh retha, sehingga kami hanya membayar setengahnya saja. Kemudian kami berangkat dengan supir menuju ubud.

Selama memasuki Ubud, kami melihat banyak sekali art gallery serta restoran restoran yang nampaknya apik tenan. Sampai lah kami di pusat kota nya. Lagi lagi kami dibawa ke tempat yang banyak monyetnya, tidak menyangka juga di Ubud ada monkey forest. Karena tiket mahal dan tidak ingin menghabiskan uang lagi, akhirnya kami hanya berjalan jalan di sekitarnya dan mampir ke pasar seni Ubud. Karena sudah pukul 2, kami bersiap meluncur ke terminal ubung, denpasar. Karena dibutuhkan waktu 2 jam untuk menuju Denpasar. Setelah sampai kami berpisah dengan mobil sewaan dan supirnya. Setelah mencari makan di dekat terminal, kemudian mencari Bus Malang Indah. Jam 5 sore kami meninggalkan terminal ubung dengan menggunakan bus Malang Indah. Syukur lah kami menaiki bus eksekutif. Ah ini bus terbaik yang pernah saya naiki. Bangkunya yang sangat nyaman, dapet snack, makan malam, dan juga selimut.

You may also like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.