Apa jadinya kalau pesawat lebih cepat berangkat?

Petualangan ini di mulai ketika Yunus, Nobi, dan Saya mendapatkan promo tiket sebuah maskapai yang memang rasanya murahnya gila-gilaan. Waktu itu seharusnya kami pergi ke Hong Kong, namun karena tidak ada harga yang murah di tanggal yang diinginkan, maka akhirnya Yunus memilih Macau yang memang sebagai tujuan kedua.
Sebulan lama nya kami menunggu trip yang ditunggu-tunggu itu, akhirnya tanggal 17 November 2010 datang juga. Siang itu Saya, Nobi, dan Yunus sudah di Bandara Soekarno Hatta. Sambil menunggu pesawat yang berangkat pukul 16.50 kami menghabiskan waktu dengan muter muter di sekitar Terminal 2 bandara CGK itu. Sampai akhirnya kami memutuskan untuk makan dulu di KFC.
Setelah check-in, hal tak terduga terjadi, panggilan untuk penerbangan ke Macau dengan nomor pesawat sekian sudah ditunggu. Kami buru-buru mengambil boarding pass, kemudian Yunus dan Nobi mengurus bebas fiskal nya dengan NPWP, kami mulai mengantri di bagian imigrasi. Awalnya masih agak tenang, namun kok ada panggilan lagi, malahan bilangnya pesawat sudah siap berangkat padahal itu masih jam 3 sore dan pesawat berangkat jam 16.50. Haaaah matilah kami! dan ini lah adegan yang diinginkan nobi, lari-larian di bandara kayak di film-film. Hahahaha seru sih memang, tapi semuanya serba deg-deg-an.

Setelah masuk ke boarding lounge, diminta boarding pass, passport dan lain-lainnya, kami bertanya ke mba-mba petugas maskapainya, dan ternyata belum mau berangkat. Memang pesawat sudah siap namun belum mau terbang kok. Haduh sudah takut aja. Akhirnya kami memang harus menunggu sekitar 30 sampai 45 menit.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.