Balada Bus Macau (Trans.Mac.)

Malam itu ga ada puas puasnya motret-in Grand Lisboa, gedungnya yang super canggih (norak) itu menggoda mata banget. Akhirnya yang dapat mengalahkan semuanya adalah rasa laper dan angin malam yang mulai kayak angin dari kulkas. Bingung juga mau makan dimana, akhirnya kami ingin mencoba ke festival kuliner macau di Macau Tower. PR banget deh mesti ke Macau Tower dulu, masalahnya bingung mesti naik bus apa, sebenernya sih ga jauh jauh amat, karena badan yang mulai loyo ya ga ada ruginya naik Bus.
Akhirnya kami menunggu Bus, namun disana ada 3 sampai 4 bus stop, nah ini beda beda arahnya. Ada yang ke Taipa, ada yang kesini, ada yang kesana, kesitu dan macem macem. Yaudah liat peta, oke mungkin bus stop yang ketiga sebelah kiri. Bus dateng, kami ya karena udah capek anteng anteng aja. Lagian ngeliatin lampu lampu jalan kan seru juga. Belum lagi kami sempat melewati jalur Grand Prix yang sudah dibuka.
Kemudian saya liat kanan kiri. Loh kok menjauh ya dari Macau Tower. Oh mungkin mau muter dulu, kan jalur busnya rada rada, cuma satu jalur dan mesti muter kemana mana dulu. Kami tetap duduk dengan tenang, sembari mendengarkan pembicaraan orang lokal (sok ngerti..) tiba tiba terdengar orang ngobrol, eh kok kayaknya ngerti ya? Ehh orang Indonesia juga, ih pasti TKW deh. Haha asumsi seperti itu selalu keluar ketika melihat orang orang Indonesia yang naik bus, yaiyalah mana ada orang Indonesia yang berlibur naik Bus kayak gitu kecuali kami kami ini beserta para TKI disana. Biasanya orang Indonesia nginepnya di hotel bintang 7 seperti Grand Lisboa atau malah The Venetian, pernah saya membaca sebuah cerita dari blog, jadi ada orang Indonesia yang nginep di The Venetian dan ga keluar-keluar hotel selama tiga hari, hiiiii hidupnya rada rada deh (rada tajir dan rada blo’on)
Lanjut masalah bus, akhirnya perjalanan berakhir, namun… loh kok? Loh dari tadi kami sama sekali tidak melewati Macau Tower, ada apa ini?? Udah malah supir bus nya tidak berhenti di ujung rute, sampe sampe dimarahin sama ibu ibu penumpang, dan pas turun ibu ibu nya curhat ke saya “cang cing cung cong cong youtaiaa..” yah buu… saya mana ngerti …
Yaudah dengan pasrah kami turun di tengah kota yang aneh. Malahan udah malem, kalau itu bus terakhir gimana??? Liat kiri kanan depan belakang kayaknya ga ada McD atau tempat makan, hanya rumah susun dan apartemen kumuh gitu. Namun bus dengan nomor yang sama dateng, aahh syukur lah, namun bus ini langsung ke Taipa kayaknya. Ya baiklah kami makan di dekat tempat kami tinggal aja, ada McD disana.
Kami melewati Casino Oceanus, jalan jalan pun masih ramai. Lampu malam, pejalan kaki, kios dan toko toko, yaa cukup nyaman melihat itu semua, kota masih hidup atau sebenarnya baru hidup. Kemudian ada hal aneh, kok rasa rasanya ini jalan yang kami lewati tadi ya.. terus ada Grand Lisboa, terus… terus kami melewati Bus Stop tempat kami menunggu tadi. Loh kok? Ja.. ja.. jadi?

Intinya kami balik lagi ke tempat kami menunggu bus sewaktu berniat ingin ke Macau Tower, sejak saat itu saya berasumsi ”mau nyebrang aja kok mesti ngiterin satu pulau?”. baik lah kami balik saja ke Taipa, makan disana.

You may also like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.