Judi, Judi, dan Judi di Grand Lisboa

Avenida Almeida Ribeiro. Malam itu kami menyusuri jalan tersebut. Kiri kami adalah bangunan bangunan klasik, sebelah kanan kami adalah toko-toko dengan merek terkenal. Pedestrian yang luas membuat kami berjalan kaki untuk menuju Grand Lisboa. Ditambah warga lokal yang juga cukup ramai berjalan kaki. Udara malam itu sejuk dan cukup berangin. Rasanya kehidupan di Macau Peninsula ini baru dimulai.
Kalau melihat dan merasakan sekitar, rasanya ingin waktu malam lebih lama dari pada siang. Semuanya menarik untuk dilihat, harusnya dengan berjalan kami bisa sampai Grand Lisboa dengan waktu 15menit namun karena sering berhenti untuk motret jadi lebih lama. Dari kejauhan gemerlap Grand Lisboa sudah terlihat, bahkan ketika masih di Ruin of St. Paul. Lampu-lampu di gedungnya yang berubah ubah setiap beberapa detik sangat menarik untuk dilihat. Belum lagi gedung tersebut membuat konfigurasi konfigurasi yang judi banget. kayaknya semua yang ada di Macau ini semuanya judi, sering melihat dadu dijadikan aksesoris disana, begitu juga dengan poker.
Akhirnya kami sampai di Grand Lisboa. Di lobby nya sih biasa saja, ga megah megah amat. Kemudian saya dan yunus masuk ke Casino nya, disana ada tulisan yang melarang bocah dibawah 18 tahun dilarang masuk. Untung deh saya sudah masuk umur 19. haha


Tentu di dalam sana kami langsung melihat banyak sekali orang berjudi beserta para bandar, mesin judi, dan meja meja judinya. Di lantai satu itu sih tidak terlalu padat, nampaknya ini untuk kelas ecek-eceknya. Kemudian ketika naik ke lantai duanya. Wuuuiiiiiiihhhh kayaknya seluruh ruangan, ruangan yang luas banget, isinya cuma meja judi, koin koin judi, serta para pemasang yang memadati ruangan tersebut.
Di tengah-tengah ada sebuah stage, disana ada beberapa wanita yang super cantik menari nari. Mereka hanya menggunakan beberapa helai kain yang lama lama kain itu dibuang dan hanya menyisakan beberapa benang di tubuhnya. Wooooowww sayangnya di dalam casino tidak diizinkan membawa dan menggunakan kamera.
Sebenarnya saya dan Yunus masuk kesana untuk mengincar minuman gratis dan kue-kue (eh ketauan deh…) tapi kok kami hanya menemukan minuman minuman dingin ya.. padahal udara di luar sudah dingin, males juga nanti beser di jalan. Ya namanya budget traveler tidak punya pilihan kalau ingin gratis sih..

Ternyata di luar Nobi sedang asik motret dan menggoda mas-mas polisi di perempatan jalan. Aduh bisa juga nih nobi usahanya menggoda sambil menanyakan jam berapa bus terakhir ke Taipa beroperasi. Ketika kami temui, Nobi hanya tawa tawa saja, usut punya usut, wajah mas polisi itu sih cakep tapi suaranya yang bikin geli, hahaha saya saja diceritain nobi sampai geli sendiri… ya tapi nice try lah Nob! hahaha

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.