Kalau suka apa boleh dikata..

Ketika anda sedang menggeluti suatu bidang, pasti ada ambisi-ambisi kecil maupun besar yang selalu mengganjal di pikiran. Misalnya, kapan anda mulai melakukan ini, kapan sampai di titik atau tahap ini dan semacamnya. Barusan saya mengobrol dengan teman saya, Ikha, dia juga suka jalan jalan, dia menanyakan, “lo mau kemana lagi sih? sini gue dengerin aja keinginan keinginan orang”. Terus saya menjawab “lagi pengeeeeeen banget ke pulau derawan kha, pulau kakaban!!”

Intinya kami terus berdebat ke inti masalahnya, kenapa sampai ingin, sebegitu inginnya. Ya entahlah, setelah pikir-pikir lagi biasanya suka dengan suatu tempat karena alasan yang tidak begitu meyakinkan. Misalnya Pulau Derawan yang berada di urutan ke-empat tentang keindahan lautnya di Indonesia, setelah Raja Ampat, Aakatobi, dan Bali Barat. Kemudian pulau kakaban yang menyimpan danau dari masa purbakala dimana isi danau tersebut adalah hewan-hewan laut yang sudah berubah tingkah laku serta sifatnya akibat demi bertahan hidup di air laut yang berubah jadi air tawar, danau seperti ini cuma ada dua di dunia, di Pulau Kakaban, Kaltim, dan di Palau, Mikronesia.

Ya, mungkin yang membuat saya uring-uringan memikirkan Pulau Derawan ini adalah ketika saya berhasil membeli tiket ke Balikpapan, aduh begonya dari dulu selalu menunda melihat posisi Pulau Derawan itu sendiri. Saya kira yang namanya dalam satu provinsi itu dekat, nyatanya dari Balikpapan mesti ke Kabupaten Berau dulu yang berjarak lebih dari 500 km ke utara Balikpapan. Ya ada cara lain, naik pesawat Balikpapan-Berau (Tanjung Redep) tapi harga pesawat sekali jalannya saja bisa Rp 700.000. Saya sudah mencari-cari info mengenai jalur darat. Bisa sih, sangat memungkinkan malah. Jadi melewari poros Balikpapan-Berau yang berjarak +500KM itu, dengan ongkos kurang lebih 150ribu, namun perjalanan bisa sampai 20jam sendiri. aahhh mesti memutar otak. Mungkin untuk saat ini saya mesti memikirkan dulu plan A dan plan B. Bagaimana liburan di kota Balikpapan atau Samarinda, mungkin juga Bontang. Okay, intinya liburan itu untuk senang senang, jadi jangan nyesel dulu lah sebelum dijalani :). Semangat trip Kalimantan!!

Update: Trip ini gagal karena … saya lupa. Sepertinya karena Mandala Airlines bangkrut.

You may also like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.