Lost in Translation (Part 2)

Lost in translation, lagi lagi kami tersesat karena masalah bahasa. Entah yang kami tanya salah mengerti kemudian mereka memberikan petunjuk yang salah, atau karena kami buta arah?
Waktu itu kami naik bus nomor 18, kami dibawa ke Macau Tower lagi. Yah elaah empet juga ngeliat ini lagi, udah ga naik sampai atas kan karena sayang buang uang 150 MOP (pengakuan: saya hanya membawa sekitar 350 HKD yang berarti 350 MOP). Entah karena apa kami turun disana, padahal itu bukan ujung dari rute bus tersebut. Lalu setelah bengang bengong bingung mau naik bus apa ke Ruin of St.Paul kami memutuskan untuk naik Bus 18 lagi sampai ujung. Keputusan ini cukup gambling sebenarnya, tetapi lebih baik mencoba dan coba tanya tanya dengan bapak supirnya.
Alasan kami bisa muter muter begini adalah karena banyak jalan di Macau yang satu jalur. Jadi kalau mau kesana, mesti kesini dulu, terus baru kesitu dan bla bla bla… cara gampangnya sih kita ke ujungnya dulu, kemudian ikutin rute bus nya lagi sampai awal, yaa ribetkan?
Keadaan bus cukup sepi, ya saya nanya deh ke supir bus nya. Dia pikir saya ini juga orang cina juga, jadi dia ngomongnya pake bahasa cina (entah mandarin atau canton). Kemudian saya tanya lagi “is this the bus to senado square?”, kemudian dia menjawab cang cing cung cang cang cang… saya kembali nanya dengan lebih simple “Senado square?”. Kemudian dia ngomong cang cing cung lagi sambil nunjuk nunjuk ke depan, kemudian bilang “put here”, sambil mempraktekan menempelkan Macau Pass card ke alat pembayarannya. Ooohhh mungkin maksudnya nanti naik sampai ujung terus bayar lagi…
Lalu saya kembali nanya dong untuk memastikan “so is this the bus to senado square but we must change bus with the same bus?”. Yaa seperti sebelumnya dia hanya nunjuk nunjuk ke depan terus ngomong entah bahasa canton atau mandarin.
Okay, sejauh ini sih saya nangkep maksudnya, jadi bus yang kami naiki itu sudah benar tapi mesti ke ujung rutenya dulu, terus naik bus yang sama kemudian bayar lagi pakai Macau Pass card.
Kami sudah merasa aman karena naik bus yang benar, kemudian setelah bus berjalan cukup lama dan bus hamper penuh dengan anak anak sekolah kami mulai was-was. Aduh turun dimana ya? Udah malah bus penuh kan ga bisa lihat ke luar melihatin jalan Avenida Horta e Costa, loh kok? Loh kok? Cocokin di peta kok udah kelewatan ya kayaknya? Sontak kami turun dari bus. Aduh tersesat deeh…
Satu-satunya sih tanya orang, kebetulan ada polisi dan beruntunglah mereka mengerti bahasa inggris sedikit-sedikit. Setelah tanya, dia bilang kami harus naik bus nomor empat dan turun di depan senado square nya langsung. Kami masih ragu, kemudian coba liat peta, tambah bingung, ya kemudian kami coba Tanya orang lagi.
Baru ditanya “do you speak English?” mereka cuma geleng geleng. Kemudian bus yang dibilang pak polisi datang, tapi kok penuh banget, ya udah kami nunggu aja, sambil liat liat peta lagi, ya iseng iseng saya coba nanya orang lagi untuk memastikan. Di sebelah saya ada segerombolan anak SMA-nya nih. Wah ada anak cowok yang tampangnya bule, bisa kali ya bahasa inggris, kemudian saya tanya deh “do you know the bus to senado square” then he said “no no no, I can’t speak English, she can” sambil menunjuk teman wanitanya yang orang lokal. aduh ini sih…. Bule… hhmm bule nyasar yaa…
Sejak saat itu, saya makin bingung untuk bertanya ke orang, nebak nebak dia bisa bahasa inggris pun kayaknya ga guna, yang mukanya blesteran aja ga bisa bahasa inggris…

You may also like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.