Lost in Translation

Pagi itu kami memulai aktivitas sekitar jam 7, siap-siap untuk mengelilingi Macau Peninsula. Ketika kami ingin pergi, kami meninggalkan notes untuk Iuri dan Joy yang bilang kalau kami akan jalan kesini dan balik jam segini… pagi itu menjadi perpisahan kami dengan teman nemu di jalan kami itu, Tandi memisahkan diri karena akan bertemu dengan pacarnya di Cina sana.

Awalnya sih kami ingin langsung ke Macau Peninsula saja, siapa tau bisa sarapan disana. Tapi kami kok bingung ya, naik bus nya dimana, yang ke arah mana, hampir saja kami nekat untuk jalan kaki kesana, padahal kan beda pulau, ya walaupun ada jembatan super keren yang menghubungkan antara Taipa dan Macau. Akhirnya kami menemukan Bus Stop, tapi kemudian kami bingung naik yang mana, terus bingung juga bayarnya gimana, belum lagi bus nya penuh karena jam berangkat kantor.
Kemudian Yunus menemukan solusinya setelah membaca lonely planet nya. Kami harus menemukan circle K terlebih dahulu untuk membeli Macau Pass Card. Bingung juga tanya siapa, setiap orang yang kami ajak ngomong tidak bisa berbahasa inggris, matilah kami! Kemudian tidak hilang akal, kami menemukan bahasa Canton nya ”dimana…” kemudian kami menunjukkan tulisan Circle K dan ternyata orang sana bilang Circle K itu dengan sebutan O-K.. aahh gila deh!

Setelah ke O-K atau Circle K, kami tidak juga berhasil mendapatkan Macau Pass Card karena mereka tidak menerima Hong Kong Dollar (HKD), ahh gaya deh nih O-K. Kemudian kami disarankan untuk menunggu Bank of China buka disebelah O-K tersebut untuk menukarkan mata uang ke Macau Pataca (MOP). Tidak sabar menunggu kami mencoba untuk membeli Macau Pass di 7 Eleven, syukurlah mereka mau menerima HKD, malahan mereka mau menukarkan MOP walaupun tidak banyak.
Semoga saja mas dan mbak 7eleven nya tidak merasa direpotkan karena harus bersusah payah menggunakan bahasa inggris di pagi itu karena mereka kelihatan bingung. Selain membeli Macau Pass kami juga membeli sarapan disana. Melihat lihat menu yang ada, waaah menu Hot-shoot keliatannya lumayan untuk mengganjal perut pagi itu. Hotshoot itu terdiri dari mie goreng dan somay ikan, dari gambarnya sih mie nya kelihatan enak, pas lihat mas nya masak, eeehhhh Indomie goreng yang dipakai. JENG JENG!!! Jauh jauh ke macau, eh sarapannya ketemu Indomie juga..
 

Balik ke Macau Pass, kartu yang seharga 130 MOP (dalam rupiah sekitar 140ribu) itu berisi saldo 100 MOP. jadi kalau ingin naik Bus (kecuali Taxi) bisa menggunakan Macau Pass ini. Caranya tinggal menempelkan kartu ini ke sebuah alat di samping supir bus. kalau saldonya kesedot akan ada tandanya, kalau tidak masuk saldonya juga akan bunyi (bunyi nya seperti tetoooot). Selain untuk membayar bus, kartu ini juga bisa membayar belanjaan di Circle K, 7eleven, atau supermercado (supermarket) lainnya. Sebenernya sama seperti Jak Card yang ada di Jakarta, namun sayang sekali nampaknya Jak Card kurang berhasil.
Setelah sarapan dengan Indomie, kemudian sudah punya Macau Pass, yuuk mari tancap keliling Macau!

You may also like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.