Macau Grandprix, wah apa tuh?

Tiga hari sebelum berangkat ke Macau, Yunus sms ya yang intinya memberitahu bahwa akan ada Macau F3 Grandprix ketika kami disana. Dia khawatir kalau jalan jalan akan ditutup dan penginapan akan mahal karena pastinya Macau akan ramai dikunjungi. Yaa disisi lain seru sih, ada tambahan objek wisata, toh tiket untuk melihat Macau Grandprix hanya sebesar 50 MOP atau sekitar Rp.55ribu.
Hari itu tanggal 18 November, benar saja tuh ada Macau Grandprix. Macau grandprix diadakan di Macau Peninsula. Awalnya yang saya baca di lonely planet Hongkong & Macau itu diselenggarakan di sekitar hotel & casino Grand Lisboa namun pagi harinya ketika melewati Grand Lisboa tidak terlihat apa apa tuh, jalan lancar-lancar saja.
Sekedar informasi, sekitar Grand Lisboa itu adalah pusat kegiatannya. Yaa mirip mirip kayak jalan soedirman lah kalo di Jakarta. Kebayang ga ada lomba balapan F3 gitu yang diadain di Jalan Soedirman? Hahaha. Seperti yang tadi sudah saya ceritakan, pagi nya sih ketika melewati daerah sekitar Grand Lisboa anteng anteng aja. Ketika itu kami menuju sebuah masjid (satu satunya masjid di Macau) yang berada di sekitar Estrada de maria. Kemudian ketika melintasi Avenida de Amizade yang terdapat Lotus Flower in Full Bloom, kok ada nguiiiing…ngoooeeeiiing gitu ya… nyaring sekali pula… suaranya pun kayak suara suara gaib. Aduh ini tawon dari mana deh?.. apa salah denger ya? Rupanya diatas jalan yang kami lewati itu adalah lintasan F3 Grandprix tersebut. Wooooww mobilnya sama sekali ga keliatan loh, Cuma suara suara gaib si mobil balap itu aja. Kayaknya sih beneran super kenceng deh itu mobil jalannya.
Ya dasar emang saya nya yang norak, masih penasaran dengan dimana sih mobilnya? Pengen liat dooong! Ya saya celingak celinguk ngeliatin ke kaca bus terus. Sialnya, jalanan benar benar ditutup, ya gara gara itu jalanan jadi rada macet sedikit, belum lagi kami mesti muter muter nyariin satu satunya masjid yang ada di Macau. Tanya pak polisi dia malah nyasarin kami, emang saat saat kayak gitu cuma bisa ngandelin peta sama perasaan.
Kalau ditanya kami nonton Macau Grandprix tersebut atau tidak, tentu jawabannya tidak. Hari itu sudah cukup sore, sekitar jam setengah 5, masih banyak tujuan wisata kami di Macau Peninsula, jadi yaa kami ingin melanjutkannya ke Reruntuhan Gereja St. Paul yang memang sudah jadi icon-nya macau. Lagian kalau kemaleman takut kehabisan Portugese Eggtart-nya Macau yang terkenal itu. Yuk mari kita berburu Eggtart!!!

You may also like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.