Selamat datang Malang

Pagi itu udara sejuk yang berhembus dari jendela kereta kelas ekonomi Matarmaja (Ps.senen – Malang) membangunkan dan menyapa saya. Gradasi warna warna fajar pun menghiasi mata. Tak bosan bosannya saya menatap keluar, beberapa teman saya bersarapan dengan Pop Mie, makanan paling enak sejagad raya, selain pecel madiun yang beberapa kali berkeliaran di gerbong kereta tentunya.
Sekitar pukul tujuh kami sampai di stasiun Malang, begitu sampai kami disambut oleh sepupunya Retha, Punang namanya. kemudian kami dibawa mengitari kota Malang, ya pagi itu kami disambut ramah oleh kota Malang. Kami sempatkan untuk berhenti dan berfoto sebentar di Universitas Brawijaya (UB). Kebiasaan dari trip-trip kami adalah berfoto di depan universitas di kota yang telah kami kunjungi. Tak lupa juga mengambil (menguras) uang di ATM yang ada di UB tersebut karena untuk kedepannya kami tidak akan menemukan ATM lagi kecuali di Bali nanti.
Kurang lebih kami sampai di rumah tantenya Retha sekitar pukul sembilan pagi, tentu disana kami disambut ramah. Kami akan menetap disana sampai pukul 1 nanti dan kemudian baru berangkat ke TN Bromo Tengger Semeru. Singkat cerita, sore hari kami diajak jalan jalan ke Batu, ketika menuju Batu kami tidak sengaja menemukan Jawa Timur Park II. Nampaknya Jatim Park II belum selesai dibangun, namun sudah bisa dimasuki oleh pengunjung. Keindahan dan kemegahan Jatim park II membuat kami terheran heran, kok di tempat seperti ini ada bangunan semegah ini, benar benar luar biasa! Disana rencananya akan dibangun sebuah tempat hiburan serta hotel yang bangunannya menyerupai pohon, pohon yang sangat besar. Ketika kami masuk ke dalamnya, interior dari kafe yang ada disana sungguhlah menakjubkan. Hahaha entah apakah kata “menakjubkan” bisa dipakai untuk mendeskripsikan interior kafe tersebut. Namun memang sangat menarik, semua yang ada disana di-design dengan animal printing. Langit langitnya dipenuhi dengan tumbuhan tumbuhan merambat, tentu banyak patung patung binatang yang menyerupai aslinya, lightingnya pun benar benar wwooow, serta lagu lagu yang diputarnya sungguh romantis.
Setelah ke Jatim Park II yang memang mesti dikunjungi lagi kalau sudah jadi nanti, kami pun singgah ke BNS. Apa itu BNS? Batu Night Spectacular. BNS adalah tempat hiburan malam, penuh dengan lampu lampu warna warni serta wahana wahana yang menyenangkan seperti di DUFAN. Ah lagi lagi geleng geleng kepala, di tempat seperti ini bisa ada tempat ajaib kayak gini. Sungguh excited untuk masuk kesana. Tiket masuk BNS Rp 5000,- namun untuk menikmati wahana wahananya harus bayar lagi. Ya karena memang kami ingin save budget maka kami hanya masuk ke Lampion Garden. Tiket masuk ke Lampion Garden Rp. 5000,-
Lampion Garden, lagi lagi saya berdecak kagum. Walaupun cara pembuatannya yang sederhana seperti hanya menggunakan kawat kawat serta lampu lampu warna warni namun Lampion Garden sangatlah menarik untuk dilihat. Apalagi kalau hanya berdua saja dengan pasangam, dijamin ga akan pulang dari sana.  Selain segarnya mata dihiasi oleh warna warninya lampu, udara Batu yang sejuk pun membuat kita betah disana.
Setelah selesai di BNS, kami kembali pulang ke kediaman Tante Susi, di Bukit Cemara Tujuh. Makan makan, nonton world cup bareng bareng, ngobrol ngobrol rencana kedepan. Ah saya merasa sangat akrab dengan keluarga ini. Oke baiklah, kami harus menyiapkan energi untuk trip B pertama kita. Bahkan kami belum memulai trip ini, trip dimulai jam satu dini hari nanti.

You may also like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.