Terang Bulan di Pangumbahan

“ian ian.. feb feb… ” suara ikha yang membangunkan tidur lelap saya dan teman saya, rian. waktu itu sekita pukul 12 malam kami dibangunkan untuk berjaga jaga karena ada kabar kalau penyu akan naik.
Kami mulai bersiap siap, dan ketika keluar pos penjaga yg kami sewa untuk semalam dengan harga yang cukup mahal yaitu 50rb rupiah, kami menemukan banyak sekali orang disana. ah mungkin ini karena efek long weekend pada saat itu. berbeda dengan Rian yang sebulan lalu pernah kesini juga, bahkan dia cuma berdua sama temannya dan juga pekerja di penangkaran penyu tersebut.

Kami hanya bisa menunggu konfirmasi dari para mas mas pekerja disana kapan waktu yang tepat untuk turun ke pantai. alhasil kami semua yang berada disana, sekitar 50 orang lebih digantungkan oleh petugasnya. kurang lebih 1 jam kami menunggu di luar. di udara yang cukup dingin, mungkin karena angin lautnya. saya pun sudah ga peduli lagi, karena masih ngantuk saya pun duduk di tanah tanpa alas sambil mencari posisi yang enak untuk menyambung tidur, sambil berjaga jaga juga kalau kalau penyu nya sudah naik.

Alhasil sekitar jam 1an kami diperbolehkan naik ke pantai pangumbahan tersebut. kami semua mulai ke pantai dan disuruh berjaga jaga disana karena penyunya masih mencari tempat untuk bertelur. Kemudian, saya baru sadar sesuatu, saat itu kami tidak diterangi satu lampu pun, namun pantai tersebut sangat jelas terlihat, pasirnya, deru ombaknya, teman teman saya, ah semuanya jelas. mungkin itu semua dikarenakan oleh bulan purnama, aneh juga saat itu tanggal 20an akhir februari, namun bisa ada bulan purnama yang begitu besar.

Dikarenakan kami harus menunggu lagi, akhirnya saya memanfaatkan kesempatan menunggu tersebut untuk tiduran di atas pasir. ah memang bukan main nikmat yang saya dapat malam itu. pasir pantai pangumbahan yang memang sangat halus terasa nyaman untuk ditiduri, udara disana pun tidak begitu dingin. sambil menatap keatas dan mengobrol dengan ikha dan rian, semuanya terasa sangat komplit. benar benar malam yang luar biasa, sangat indah benar benar indah.

You may also like

2 Komentar

  1. Makin keren lo febfaw. udah keliling dunia. Ibarat ind*mie kornet komplit; blognya jd idup banget karena jago nulis, desain dan foto jadi satu.
    Tinggal dijadiin pilem nih.

    Gw pengen ke rinjani, timteng, balkan dan new zealand. Ah gw menyianyikan masa ‘muda’ dulu. Huhu.

    Maap kepanjangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.