Jejak terakhir di Taipa

Kami berjalan cukup jauh ke bus stop, mungkin kalau kondisi kami fit jarak segitu harusnya biasa saja. Ketika sampai kami langsung terkapar dan duduk di pinggir jalan. Bus nya pun lama datengnya. Aduh rasanya udah dying banget. Sekiatar 10 sampai 15 menit kemudian kami mendapatkan bus. Rutenya itu menuju Grand Lisboa, namun pastinya melewati Nova City.
Di dalam bus pun kami diam saja, biasanya ngobrol atau ngegosipin orang yang ada di bus. Kemudian di tengah jalan nobi mengajak turun padahal tempat kami berhenti seharusnya dua sampai tiga bus stop lagi. Di tengah jalan yang asing, kami mencari restoran atau fast food yang bisa disantap namun tidak ada yang aman. Ada pizza hut kok ya rasanya ga enak banget waktunya. Akhirnya kami masuk ke supermercedo atau supermarket. Lagian sisa saldo di Macau Pass Card kami masih buanyaaak banget. Alhasil kami mencari jajanan untuk di makan di pesawat nanti dan juga untuk oleh oleh jika ada makanan yang tidak ada di Indonesia. Mulai dari minuman yang aneh aneh warna dan rasanya, kemudian permen susu murahan a la macau, terus sempet sempetnya beli Mister Potato rasa mayonnaise & ketchup yang kata nobi dan yunus tidak ada di Jakarta. Ya semuanya dibeli aja deh, harganya jauh beda dengan di 7eleven atau Circle K, bedanya bisa sampai 2-5 MOP (2 sampai 5ribu rupiah).
Kami berbelanja di supermercedo itu kurang lebih setengah jam, seolah kami lupa akan rasa capek dan lapar yang menggerogoti badan. Kemudian kami terus berjalan di sekitar daerah itu, dan ternyata kami menemukan Rua de Nam Keng (jalan nam keng). Wooow ternyata kami sudah dekat sekali dengan apartemen teman kami itu, namun kok kami linglung ya… Karena memang ingin makan dulu, akhirnya kami terus jalan untuk mencari McD, kemudian kami menemukan McD di sekitar situ, ternyata itu bukan McD tempat kami makan semalam. Intinya karena lapar dan capek kami jadi serba ling lung, buta arah, disorientasi, miss-dimension, bad sector, dan segala macamnya.
Yunus tepar
Setelah makan kami mengantar yunus ke apotek di sekitar sana. Untung dia calon dokter, jadi mengerti obat apa yang dibutuhkan, bahkan lebih mengerti dari apotekernya. Perut sudah terisi, badan sudah istirahat sejenak, sekarang tanpa linglung kami bisa menemukan jalan menuju apartemen iuri. Akhirnya kami bisa selonjoran juga disana. Saya sama nobi sih masih seger walau capek berat, tapi si Yunus sudah tepar par par dan terdampar di kasur. Baiklah, dia butuh istirahat sampai kami ke bandara nanti sekitar pukul 7.
foto bareng Monique

Sambil nonton TV, saya dan nobi ngobrol ngobrol. Kemudian muncul seorang anak perempuan yang lucu, imut, cantik, dan jelita. Ahhh parah deh cantiknya.. dia keluar dari kamar iuri. Kemudian Joy memperkenalkan nama anak itu, namanya Monique, umurnya 19 bulan. Aduuh benar benar imut. Apalagi dia langsung bisa akrab dengan saya dan nobi. Tak kuasa saya ingin memotretnya. Untung lah sebelum ibunya datang saya sempat mendapatkan foto foto terbaiknya yang lucu kayak boneka. Ternyata ibunya itu juga cantik berat, kayaknya sih model, atau… entah lah, maybe she is a single parent without marriage or I don’t know…

Terima kasih Mandala Air telah mengantar kami ke Macau

You may also like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.