Malam Galau di Macau

Malam itu, kami makan di McDonalds yang terletak di Jalan dr. Sun Yat Sen. Baik warga lokal, dan beberapa bule (mungkin bule portugal) masih sliweran di sana. Menu malam itu adalah beberapa sayap, kentang, serta burger ditambah sauce yang tidak pedas padahal ada biji sambalnya.

Kalau bukan karena besok masih harus jalan jalan, pasti kami masih melanjutkan jalan jalan di malam itu. Sayangnya kami harus istirahat. Sesampainya di apartemen Iuri, yunus langsung terkapar di tempat tidur, kemudian saya dan nobi masih sempat untuk nonton TV dan masih sempat ngobrol ngobrol dengan Joy.

Seru juga ngobrol-ngobrol sama Joy, dia tanya tanya soal Indonesia. Kemudian dia bertanya apakah Indonesia itu negara yang miskin? Ya bingung juga jawabnya, saya bilang aja sebenernya kaya tapi pura-pura miskin, haha lagian dia dapet info kalau Indonesia miskin itu dari para TKI di sana. Waduh kasian juga nih image Indonesia jadi ancur di mata warga negara tetangga, haha anehnya kan Joy itu warga filipina, tapi tidak begitu tahu Indonesia.

Sekitar jam 11 malam dia pergi ke Venetian, katanya sih mau kerja dan mungkin sekalian bertemu Iuri karena dia sudah balik dari Hongkong. Malam itu terus berlanjut, di TV sih sama sekali ga ada yang seru, kayaknya acara acaranya basi semua haha namun ada satu hal yang seru, yang dari kemarin saya lakukan yaitu menggalau di depan kaca melihat Taipa dari atas. Haha Sayangnya, besok, tepat besok malamnya, kami akan meninggalkan Macau, balik ke rutinitas. Lupakan rutinitas sejenak, karena kami masih punya seharian untuk jalan jalan di Macau. Besoknya kami akan jalan ke desanya Macau, di Pulau Coloane. Ada apa yaa disana,… 

You may also like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.