Pantai Hac Sa yang garing

Matahari pagi malu malu menyapa pagi kami di Nova City, Taipa. Udara pagi yang cukup dingin masuki kamar kami lewat jendela kamar yang tidak di tutup. Hembusan angin cukup kencang, mungkin karena kami berada di lantai 23. seperti kemarin, kami memulai aktivitas jam 7 pagi, disaat yang punya rumah belum bangun atau mungkin beberapa jam yang lalu baru pulang.
Kami meninggalkan tempat iuri sekitar pukul 8, tidak lupa menuliskan notes yang bilang kalau kami akan balik kesana siang hari. Seperti kemarin kemarin, pagi itu kami kembali mengganggu mas mas 7 eleven, dan orang yang jaga masih orang yang sama, mungkin dia kebagian shift pagi, apes juga tiap pagi mesti nguras otak untuk berkomunikasi dengan bahasa inggris. Hahaha
Sarapan pagi itu tidak lagi dengan hot shoot atau indomie, melainkan dengan roti dan coklat, lagian rasa kenyang dari menu McD semalem masih terasa. Semoga ganjalan perut pagi itu cukup untuk bahan bakar jalan jalan di Coloane Village.
Kemudian kami naik bus di Estrada Alm. Marques Esparteiro (keren ya kayak lagi di portugal). Bus yang kami naiki bernomor 26A, cukup bayar 3 MOP kami akan sampai di Coloane, saya rasa rutenya cukup jauh. Kali ini supirnya cukup ugal-ugalan. Padahal waktu itu ada nenek nenek sekitar umur 70 sampai 80 tahunan yang bawa gembolan super besar. Kasian juga nenek itu mesti menahan berat tubuh dan bawaannya di situasi tidak stabil seperti itu. Kemudian di bus itu juga ada orang filipin yang ngobrol bahasa tagalog (saya rasa ini TKP-tenaga kerja philipin). Ngeliatin daerah Cotai yang ternyata dulunya laut kemudian sekarang sudah jadi daratan karena reklamasi. Melewati daerah hijaunya Macau di Coloane.
Akhirnya kami sampai di pemberhentian terakhir yaitu di Parque de Hac Sa. Disana ada kolam renang yang dipenuhi oleh anak anak TK, kemudian di depannya ada pantai, kayaknya sih itu satu satunya pantai di Macau deh. Ketika berjalan ke pantai, zzzz… zooonk banget rasanya. Bayangkan saja seperti pantai Ancol namun sepi. Saya lihat disana cuma ada beberapa orang, yang nampaknya karyawan yang membolos dari kerjaan, mereka berlari-larian di pantai yang sama sekali tidak berpasir putih. Warna air pantainya pun persis mirip di Ancol, untung lah sepi.

Tidak ingin menambah kegaringan pagi itu, kami langsung tancap ke Coloane Village. Semoga disana tidak lebih zonk disbanding pantai Hac sa ini..

You may also like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.