Mengelilingi Jakarta dalam sehari

Langit Jakarta yang Dasyat

Pernahkah anda benar benar mengelilingi Jakarta dalam waktu sehari? dalam artian melintasi Jakarta Timur, Pusat, Selatan, Barat, Utara hingga Kepulauan Seribu? hal ini saya lakukan beberapa bulan yang lalu. Saat itu ada sebuah tawaran bagi siapa pun anggota Suara Mahasiswa untuk meliput sebuah acara komunitas di daerah kepulauan Seribu, lebih tepatnya Pulau Kelor, Khayangan, dan Onrust. Dasar tidak mau rugi dan tidak ingin melewatkan jalan jalan gratis maka saya ambil tawaran tersebut, alih-alih sebagai fotografer perwakilan dari SUMA (Suara Mahasiswa) dan ada salah seorang teman yang mewakili reporter yaitu Dika.

Pagi itu saya memulai aktivitas dari rumah saya di daerah Jakarta Timur. seperti biasa sabtu pagi memang dimulai dengan susah payah, perlu usaha ekstra untuk membuat mata melek di sabtu pagi. Perjalanan berlanjut dengan menggunakan Trans Jakarta, melintasi Jakarta Pusat, hingga akhirnya berakhir di daerah Kota Tua. Setelah bertemu dengan Dika di meeting point depan Museum Mandiri kami melanjutkan perjalanan menuju Muara Kamal. Awalnya sih saya kira perjalanan akan tidak jauh jauh amat, ternyataaa… perjalanan pagi itu memakan waktu satu jam lebih, belum lagi jalur yang dilalui benar benar tidak pernah saya lewati sebelumnya. Setelah membelah Jakarta Utara menuju Jakarta Barat, akhirnya sampai lah kami di Muara Kamal, bahkan saya rasa itu memang sudah berada di luar kawasan Jakarta, tepatnya di Cengkareng, Tangerang.

Pulau Onrust dari kejauhan

Selanjutnya saya berkumpul bersama Klub Tempoe Doeloe yang mengadakan acara ini. Setelah itu langsung berangkat ke tiga pulau yang akan dituju, yaitu Onrust, Kelor, dan Khayangan. Ketiga pulau tersebut tidak terlalu jauh dengan pelabuhan muara kamal ini, bahkan dari kejauhan pun sudah bisa terlihat ketiga pulau tersebut secara samar-samar. Ekspektasi awal saya sih akan lari-larian di pantai yang berpasir putih dengan air yang jernih. Ya ternyata kenyataan jauh berbeda dengan yang ada di pikiran. Namanya juga wisata sejarah, jadi yang dicari memang bukan senang-senang di suatu pulau, melainkan menilik lebih jauh setiap peninggalan yang ada di situs tersebut. Yang saya tahu sih memang ketiga pulau tersebut terkenal akan peninggalan sejarahnya, terutama sering masuk acara-acara ‘uka-uka’ di stasiun televisi lantaran tempat ini dianggap angker karena banyak peninggalan dari jaman Belandanya. hiiii

Tidak disangka saya bertemu seorang teman ketika masih aktif bergabung di Fullframe (Photography of FISIP), Grace namanya, dia bersama teman wanitanya yang rasanya sama-sama gila. Jadi tidak terasa begitu garing karena mempunyai bahan obrolan lain selain pengetahuan sejarah yang diberikan oleh guidenya. Acara terus berjalan dengan island hoping dan menjelajahi setiap situs di ketiga pulau tersebut. Seru juga sih, kalau biasanya cuma melihat museum di ‘Kota’ Jakartanya, kalau sekarang bisa melihat Museum di sebuah pulau yang kadang dilupakan orang sebagai salah satu objek wisata.

Bekas Benteng di Pulau Kelor

Sekitar pukul 4 sore kapal kami merapat ke Muara Kamal, artinya trip tempoe doeloe kali ini telah berakhir. Tak disangka perjalanan yang hanya sebentar itu cukup melelahkan juga, belum lagi panas buangan dari Kota Jakarta yang benar benar menyengat, benar benar ingin membuat berendam di pantai yang sesungguhnya.. Akhirnya dari muara kamal saya memutuskan untuk bertemu dengan Ibu saya di kantornya, di daerah Bendungan Hilir, dan sebelum kesana saya sempatkan dulu untuk memotret bunderan HI beserta TransJakartanya untuk sebuah cover buku. Komplit sudah hari itu saya jalan-jalan Jakarta. Besok-besok sih saya inginnya menjelajahi JABODETABEK dalam waktu satu hari.. tentunya dengan objek yang lebih menyenangkan dan bikin seger…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.