Lintas Sumbawa

Entah keberuntungan macam apa yang datang di perjalanan kali ini, mulai dari keberangkatan di Soekarno Hatta hingga di Terminal Bertais, Mataram, ini selalu dimajukan jadwalnya, sehingga saya tidak perlu menunggu berjam-jam keberangkatan selanjutnya. Seharusnya saya berangkat pukul 2.30 sore itu, namun jadwal bus tujuan Sape saya bisa dimajukan ke pukul 1.30. Ya.. dari pada bengong ngeliatin copet di terminal itu, mending langsung aja berangkat!

Tengok kanan-kiri mencari teman, ah ternyata tidak ada orang yang bisa diajak ngobrol. Hampir semua penumpangnya bapak-bapak atau ibu-ibu, ya ada sih anak muda nya, hanya saja, kayaknya bakal garing kalau diajak ngobrol. Akhirnya, saya baca ulang lonely planet tentang Nusa Tenggara.

Perjalanan kali ini akan membelah Pulau Lombok, kemudian menyebrangi Selat Alas, yang selanjutnya dilanjutkan dengan membelah Pulau Sumbawa. Awalnya saya meragukan perjalanan sepanjang itu akan hanya bisa ditempuh selama hanya 14 jam. soalnya saya membandingkan dengan jalan poros kalimantan timur, teman saya pernah bercerita, perjalanannya dari Samarinda menuju Berau ditempuh dalam waktu 30 jam!! gila kan!

Pemandangan selama di Pulau Lombok sih rasanya biasa aja, mirip-mirip seperti di Pulau Jawa. di pinggir jalan masih banyak rumah, dan cukup ramai daerahnya. Perjalanan di Pulau Lombok ini berakhir di Pelabuhan Khayangan, Lombok Timur. Disana bus nya langsung masuk ferry, dan menurut buku yang saya baca, perjalanan hanya memakan waktu 1 jam saja, syukur lah….
Ferry kali itu cukup kecil. Ferry buatan China itu hanya menampung penumpang dari beberapa bus malam yang juga bertujuan akhir di Bima. Di ruangan bawah, terdapat banyak tempat duduk yang cukup nyaman, sayangnya kebanyakan dijajah oleh beberapa orang sebagai tempat tidur, padahal kan itu tempat duduk. Tidak banyak juga yang memilih untuk mencari angin di geladak kapal. Ada juga yang memilih tiduran di lantai atas, ruangan panas yang tersentuh AC dari lantai bawah, belum lagi mesti dipanasi oleh sinar matahari sore itu. ah ya sudah, saya keliling saja, sambil duduk duduk di tangga, depan AC.

Gunung Rinjani dari Kejauhan

Rasanya beruntung banget, bisa melihat pemandangan sore itu. Arus laut yang cukup tenang dan angin sepoi sepoi, serta ditambah cahaya matahari yang mulai menguning membuat pemandangan dan pikiran menjadi adem ayem, ga tau apa yang akan terjadi di depan, yang penting enjoy dulu deh.. Kalau sore begini, menikmati sunset semakin syahdu ditambah siluet Gunung Rinjani yang berdiri gagah perkasa di bumi Lombok. Bahkan, ketika sampai dan berlabuh di Pulau Sumbawa pun gunung tersebut masih terlihat besar!

Sesampainya di Pulau Sumbawa, saya disapa oleh perbukitan yang ditumbuhi padang sabana. Keheningan pelabuhan dan alam sore Sumbawa pun turut andil dalam hiburan sore itu. Kemudian matahari yang mulai menjauh dari bumi sunda kecil ini meninggalkan noda noda warna yang enggan untuk dihilangkan dari benak kepala. Nelayan-nelayan mulai mendayung sampan dan menebar jala, terlihat dari kejauhan. Semuanya membuat saya semringah dan melupakan lapar akibat tidak makan siang, ya dasar nasib menghemat budget. hiks..

Bus pun semakin jauh meninggalkan Pelabuhan, begitu juga dengan matahari yang termakan oleh gelapnya malam. Hanya selang beberapa menit hilangnya matahari, muncullah cahaya-cahaya kecil yang berkalp-kelip memasuki putaran malam. Gila, baru kali ini ngeliat bintang nongol di jam 6 sore! masuk ke jam 7, bintang sudah mulai tambah banyak, makin malam makin bertambah jumlahnya. Luar biasa! jadi inget dulu teman pernah pamer pernah melihat milky way di bumi NTT. Ya baru sampai NTB aja udah begini, gimana di NTT nanti? oke oke cepetan sampai ya bang supir! sementara itu, simpan tenaga dulu, yuk kita tidur!

You may also like

2 Komentar

  1. “Kemudian matahari yang mulai menjauh dari bumi sunda kecil ini meninggalkan noda noda warna yang enggan untuk dihilangkan dari benak kepala” bahasa lo feb, sadis… haha

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.