Labuan Bajo (1)

Labuan Bajo, NTT, Indonesia

Seisi kapal sudah dipenuhi oleh para kuli pengangkut barang, mulai dari anak kecil, anak muda, hingga bapak yangs sudah tua. Untuk menghindari serbuannya, saya harus berlindung dan berpura-pura sebagai salah seorang anggota keluarga lagi. haha tapi kali ini saya mengaku sebagai kerabat bapak bapak yang dari tadi jadi teman ngobrol saya. Akhirnya, sampai keluar kapal saya jauh dari serbuan paraporter tersebut.

Di luar, keluarga bapak tadi sudah menunggu. Mereka bersalaman dan berpelukan, mengharukan sekali, layaknya sudah lama tidak ketemu. Kemudian, sesuai janji bapak tadi, dia mengantarkan saya dulu ke penginapan, baik banget kan.. dia sampai meninggalkan keluarganya sejenak hanya demi mengantarkan pendatang baru ini. Setelah sampai di penginapan, ternyata sangat tidak layak, dan seperti tempat esek-esek, ah saya menolak, dan kemudian saya kembali bersama bapak tadi ke dekat pelabuhan. Kemudian kami berpisah, tanpa saya tau namanya. hiks.. bodoh banget sampe lupa nanya namanya, walau tidak akan bertemu lagi…

Saya pun sudah mempunya beberapa nama untuk penginapan. Saya sortir dari yang paling murah, yaitu Losmen Diaz. Menurut info yang saya dapat, losmen diaz ini harga per malamnya 25ribu rupiah per malam, luar biasa murah, harus cari sampai dapat! Kemudian tanya sana-sini, tidak ada yang tahu, bahkan penduduk sekitar pun tidak tahu.. Ya sudah, berdasarkan rekomendasi dari seorang TNI di sekitar situ, akhirnya saya ke Losmen Pelangi. Dari luar sih bagus, kemudian saya bertanya mengenai kamar kosong untuk satu orang, dan saya mendapat jawaban yang menyenangkan. Terdapat kamar kosong disana untuk sendiri, dan harganya hanya 30ribu rupiah per malam. Oke, saya ambil! Selanjutnya ketika melihat kamar nya, ya tidak buruk-buruk amat, terdapat 1 empat tidur double dan 1 single. Sayangnya, dinding antar rumah masih kayu, jarang-jarang pula, sehingga bisa melihat apa yang dilakukan oleh kamar sebelah. aduh kalau ada tindak mesum di kamar sebelah pasti ganggu banget! haha
Kemudian saya mencari kamar mandinya karena sudah seharian lebih ga kena air. Setelah menemukan kamar mandinya, ternyata ZONK banget!!! airnya kotor dan kolamnya banyak jentik nyamuk, penerangan pun seadanya, hiiii jiji! tapi apa boleh buat badan sudah lengket banget seharian di kapal! akhirnya, saya hanya mengandalkan air yang baru mengucur dari keran, itu pun mesti minta airnya dinyalakan dulu.

Oh iya, sebelum saya mandi, saya sempat dipanggil oleh ibu pemilik penginapannya. Dia bilang bahwa saya harus sharing kamar saya dengan seseorang. Ternyata orang yang sharing kamar dengan saya adalah seorang anak muda juga, dari Jakarta, Ray namanya. Oh setelah melihat, dia adalah anak yang sewaktu di ferry sempat meminjam Lonely Planet si bule karibia, saya sempat melihat dia mondar-mandir di ferry tadi. Untunglah, saya jadi punya teman jalan, apalagi dia juga mau ke pulau komodo besok!

Malamnya, saya dan Ray jalan-jalan malam di Labuan Bajo, sebuah kota kecil di ujung barat Pulau Flores, NTT. Di sepanjang jalan Yos Sudarso banyak sekali dive operator maupun agent liveaboard yang menyediakan pake ke Komodo, Rinca, dan pulau pulau di sekitarnya. Sekedar iseng saja, Ray mencoba masuk ke dalam sebuah operator liveaboard yang kantornya cukup keren. Kemudian dia menanyai mengenai harga paket liveaboard-nya, hmm lumayan juga paket termurahnya 1,8 juta kalau tidak salah, kurang lebih paket ini menjangkau berlayar dari kepulauan komodo hingga Lombok, ya kurang lebih menjangkau pulau-pulau yang dilewati seperti Satonda dan Moyo. Selepas dari tempat itu, kami singgah di rumah makan untuk sekedar ngeteh dan membicarakan rencana esok. Okay! ga sabar banget buat besok, pastinya akan sangat menantang karena berencana naik kapal penduduk kampung komodo yang akan singgah untuk berbelanja disini.

You may also like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.