Olah raga sore di Batu Cave

Itinerary saya hari pertama di Kuala Lumpur memang ingin mengunjungi Batu Cave. Rasanya, ini lah salah satu alasan saya ingin berkunjung ke Kuala Lumpur. Secara saya memang menyukai objek wisata seperti batu cave ini, perpaduan keindahan alam dan budaya. Saya sudah bosan dengan keindahan arsitektur dan ornamen buddha, makanya saya datang ke Batu Cave ini yang identik dengan agama dan budaya hindunya.

Batu Cave sendiri terletak di sebelah utara kota Kuala Lumpur. Lokasi ini sangat mudah untuk dicapa. Dari Kuala Lumpur Sentral cukup naik KTM Komuter tujuan Batu Cave, yang tiketnya seharga 2 ringgit per orangnya. Waktu tempuhnya sendiri memakan waktu 45 menit sampaiu 1 jam, nah harusnya sih bisa lebih cepat, sayangnya sarana transportasinya yang berupa Komuter ini sangat lelet jalannya. Meskipun lelet, keadaan keretanya bersih dan nyaman, jadi tak masalah walau berjalan lelet, itung-itung tur kota KL.

Sebelum kesini, saya dan dara mencoba mengajak teman-teman di cyberjaya, sayangnya tidak ada yang mau. Saya rasa sih karena bagi mereka objek wisata ini sangat  biasa, mungkin seperti orang bandung yang males jalan-jalan ke braga atau orang jakarta yang males berkunjung ke taman mini. Ya saya sih tetep jalan karena memang tujuan datang ke KL ini ya untuk jadi turis dan mengenal banyak keragaman budaya serta kehidupan disana. Akhirnya, sekitar pukul 2 waktu setempat, Saya dan Dara naik bus dari cyberjaya menuju Putrajaya sentral, dari sana kami naik KLIA Transit untuk menuju KL Sentral. Nah, dari KL Sentral itu saya baru naik KTM Komuter menuju Batu Cave. Yang bikin mahal perjalanan kali itu adalah ongkos train KLIA Transit yaitu RM 9.50 per orangnya sekali jalan. Wah dengan harga segitu saya sudah bisa sampai Bandung dengan kereta bisnis argo parahyangan. Tak apa lah, disini terhitung murah. Apalagi jika dibandingkan dengan fasilitas kereta nya yang bagus dan cepat. Berhentinya juga cuma dua kali. Seperti orang-orang bilang, perjalanan ini worth it. Entah mengapa, ongkos kereta KTM tujuan Batu Cave siang itu menjadi 1 ringgit per orang, mungkin saja saya sedang mujur.

Sesampainya di Batu Cave, saya dan Dara langsung kegirangan.. Kami langsung disuguhi tebing-tebing tinggi yang indah, hutan-hutan tipis pun ikut menambah warna tebing tinggi itu. Patung dewa shiwa sangat mencolok dan menjadi point of interest dari objek wisata ini. Bukan hanya itu, saya pun terkagum-kagum dengan adanya kawanan burung dara yang buanyaaaaak banget. Kebetulan sedang diberi makan di dekat kuil di bawah, makanya saya bisa puas foto-foto di tengah kawanan burung tersebut. Kadang godain mereka supaya bisa dapet foto yang bagus.

Masuk objek wisata ini gratis, untung ya.. coba di Indonesia, semuanya diobjekin, mending dirawat, objek wisatanya pun udah gembel kan.. Beda dengan yang ini, Batu Cave terlihat sangat bersih dan masih terlihat sangat alami. Selain patung dewa shiwa tadi, tentu cave atau goa itu sendiri yang jadi objek wisata. Sialnya, sebelum masuk ke dalam gua-gua indah tersebut, kita harus menaiki ratusan anak tangga yang lebarnya tidak seberapa kaki. Jadi, butuh daya upaya yang sangat besar untuk menaiki atau menuruninya. Kemiringannya sangat terjal, jadi kita harus hati-hati dan tentu akan sangat capek karena mesti serius menaiki anak tangga tersebut. Tidak hanya ditemani keindahan alamnya, ketika menaiki tangga tersebut kita juga ditemani oleh monyet-monyet yang bermain-main di pilar tangga. Mereka senang sekali bermain perosotan di pilar tersebut, malahan ada yang sambil menggendong anak bayinya. Saya sendiri sih rada ngeri sama monyet karena ada pengalaman buruk di TN Baluran dan Uluwatu. Tingkah monyet pun selalu malesin, jadi ini bukan sebuah nilai tambah buat saya, melainkan sebuah perangkap yang tanpa diduga bisa saja mengerjai kita ketika kecapekan akibat dikerjain tangga-tangga yang banyak itu.

Menaiki 272 anak tangga di Batu Cave memang enaknya sambil dinikmati. Menikmati keindahan sekitar dan sekalian foto-foto. Tau-tau sudah sampai aja di atas. Nah, ketika di atas itu, kita bisa memilih mau masuk goa yang mana. Ya walaupun cuma ada dua pilihan goa kalau dari depan, namun goa yang paling besar itu menjadi objek wisata yang sangat menarik. Di dalam goa tersebut ada sebuah kuil hindu yang sering kali mengadakan ritual-ritual keagamaan. Nah, kebetulan kami sempat melihat juga prosesinya walau tidak tau nama upacaranya. Oh iya, selain itu, di dalam goa tersebut juga ada musik-musik hindu, jadi menambah kesan keunikan dan kereligiusan tempat tersebut.

Rasanya cukup sekali aja ke Batu Cave ini, ya mungkin untuk foto-foto dari bawah sih ga apa apa berkali-kali, namun untuk naik ke atasnya sih cukup sekali aja. Karena abis itu, betis dan kaki rasanya lemes banget dan cekot-cekot gitu. Malahan abis itu masih ada jalan-jalan di KLCC. baik lah hajar bleh…!

You may also like

2 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.