Lookout the Dinner

Hari jumat itu memang banyak dihabiskan di rumah, awalnya saya dan Dara ingin ke Penang, sebuah pulau yang jadi salah satu best spot di Malaysia. Jaraknya dari Kuala Lumpur sekitar lebih dari 400KM. Nah, kebetulan housemate Galih juga ada yang akan ke Penang membawa mobil sendiri, Emir namanya. Jadi, saya dan Dara ikut saja, walau kami mesti mengundur jadwak keberangkatan kami, yang tadinya hari jumat menjadi hari sabtu.

Seperti berubahnya rencana itu, maka saya segera dapat destinasi baru untuk dijelajahi hari itu, tentu juga dengan rekomendasi Galih sebagai tuan rumahnya. Saya mengusulkan untuk menjelajahi Putrajaya, karena saya menemukan ada sebuah bangunan keren disana, yaitu gedung pemerintahannya dan masjid putra. Selain itu, jempatannya pun menjadi objek yang tak kalah menarik karena kalau di malam hari akan menyala-nyala dan berganti warna. Setelah kesana, memang menarik! Kilauan warna-warni jembatan tersebut dipadukan dengan golden time dari senja sore itu serasa membuka kehidupan hari itu setelah seharian istirahat di rumah akibat tepar jalan-jalan di KL kemarinnya.

Sesuai rekomendasi tuan rumah, ajakan makan malam ke LookOut Point Ampang pun menjadi tawaran yang ga kalah menarik. Walau sempat terjadi perdebatan, namun akhirnya kami jadi juga pergi makan malam di salah satu tempat paling keren untuk melihat KLCC dari ketinggian. Saya, Dara, Galih, Fandi, dan Tacil segera meluncur ke Kl dari Cyberjaya. Sekiranya sejam perjalanan akhirnya kami sampai juga di LookOut Point Ampang. Sepanjang perjalanan malam itu pun kami sempat menemukan macet di Jalan Ampang, sesuatu yang nampaknya jarang terjadi di Malaysia.

Jalan menanjak dan gelap ditemui ketika mendekati lokasi makan malam saya itu, dari sana kota Kuala Lumpur sudah mulai terlihat, cantik sekali perpaduan lampu-lampu kotanya, tak lupa menara KL dan Gedung Petronasnya menjadi primadona kecantikan kota ini kala malam. Ok, makin ga sabar untuk menikmati sajian makan malam sambil memandangi kerlap-kerlip lampu di kota itu.

Sajian makanan western mungkin menjadi salah satu pilihan yang cocok untuk makan malam. Hot chocolate atau Milo menjadi pilihan yang pas menemani sejuknya malam itu. Kebersamaan pun menjadi kehangatan tersendiri dalam makan malam kali itu. Sambil menunggu makanan, kami bermain kartu dan juga foto-foto. Malam itu menjadi tidak terasa dan tiba-tiba sudah jam dua belas malam. Sesaat kemudian pun saya melihat lampu-lampu di gedung petronas mulai dimatikan. Kemudian lanjut bermain kartu beberapa sesi dan tak sadar waktu menunjukkan pukul setengah dua malam. Akhirnya kami memutuskan untuk pulang ke Cyberjaya.

Saya rasa, tempat ini sangat direkomendasikan untuk didatangi bagi siapapun turis yang datang ke Kuala Lumpur. Dari pada makan di mall yang harganya sama namun tidak mendapatkan pemandangan super keren itu, lebih baik makan di Ampang Look Out Point. Nah, sangat direkomendasikan bersama teman atau mungkin lebih baik dengan pasangan.

Note: Hati-hati yah dengan ketidaknyamanan lagi-lagu selamat ulang tahun yang diputar disana. Mungkin karena tempat tersebut spesial, jadi banyak orang merayakan hari ulang tahun disana. Siap-siap saja mendengar lebih dari satu lagu ulang tahun yang cempreng dan dengan bahasa china.


3 tanggapan pada “Lookout the Dinner”

  1. i’ve been theeeeere dan emang itu tempat orang ngerayain ultah deh kayaknya ya… Hahaha.. Tapi aku dengar kabar kalau Ampang Lookout point udah tutup. Padahal tempatnya bagus gitu ya… 😀

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.