Komodo National Park terpilih new7wonders of nature

Sebenarnya sih dari dulu saya ga pernah ada niatan untuk berkunjung ke Pulau Komodo, apalagi untuk bela-belain melihat Komodo, hewan reptil atau kadal terbesar itu. Saya kan takut sama reptil karena waktu kecil ketika bermain di sawah pernah di kejar ular! Nah, kemudian saya membaca buku The Naked Traveler yang bercerita tentang pengalaman Trinity ke Pulau Komodo dengan paket cruise atau liveaboard.  Kemudian saya melihat peta dan membayangkan,.. duh seru kali ya berlayar dari pulau Bali kemudian melintasi pulau Lombok dan Sumbawa. Hingga saya teringat pengalaman naik ferry dari ketapang ke gilimanuk, bentaran aja padahal, sekitar 45menit, tapi muka saya langsung pucat dan serasa mabuk ringan. Kemudian jadi bertanya tanya deh apa asiknya cruise kalo baru berlayar 45menit aja udah lemes.

Eh, ga tau kenapa.. Setiap kali melihat promo tiket pesawat ke Bali, saya jadi mikir, sayang banget nih kalo ga diambil, nah masalahnya, males banget liburan ke Bali doang. Jadi lah Bali dijadikan batu loncatan menuju objek objek lain yang lebih eksotis. Beberapa kali rencana ke Komodo gagal, bahkan ketika sudah membeli tiket ke Bali pun gagal. Hingga pada 2011 ini, sekitar bulan april lalu, saya nekat merencanakan perjalanan ke Kepulauan Komodo dan Pulau Flores. Total waktu jalan jalannya cukup gokil, 11hari. Selama ini saya ga pernah jalan jalan lebih dari 8hari. Untuk akses ke TN Komodo, ya saya pun memutar otak.

Sebelum perjalanan dimulai, beberapa minggu sebelumnya, saya membuat itinerary super lengkap. Biasanya ga pernah se-prepare ini! semuanya disiapin ya karena uang saya yang pas pas an dan tekat yang kuat untuk bisa sampai ke Pulau Flores dan Komodo! Kemudian, walaupun itinerary saya tidak sesuai dengan rencana, saya tetap mempertaruhkan jiwa dan raga saya untuk ke Pulau Komodo, SENDIRIAN! saya berpisah dengan kedua teman saya di Gili Trawangan. Setelah leyeh leyeh tiga hari di pulau nan indah itu, kemudian saya menuju ke dalam perjalanan impian saya.

Solo trip! eits jangan salah! jangan meremehkan solo trip di negeri sendiri. Trinity dalam buku TNT 3 nya pernah bilang, destinasi terbaik untuk latihan menjadi backpacker adalah di Indonesia. Nyatanya mencari informasi menuju Pulau Komodo lebih sulit dibanding informasi jalan jalan di Phuket. Akses nya itu benar benar menguji nyali! Kenekatan saya pun turut melupakan ketakutan saya terhadap air dalam (seperti laut) karena ga bisa berenang. Kalau sebelumnya menye-menye karena ngeri dengan penyebrangan lautnya yang panjang, ketika perjalanan sumbawa menuju flores itu saya menempuh perjalanan laut selama 10jam!!! Nah, anehnya, setelah sebelumnya berlayar selama 4 jam dari Bali ke Lombok, saya jadi ketagihan berada di atas laut. Walaupun anginnya ekstra lebay dan pemandangannya cuma biru sepanjang mata memandang, tapi ada kedamaian disana! Pemandangan 360 derajat tentang birunya laut dan langit serta hiasan pulau pulau tak berpenghuni yang tanahnya berwarna warni serta berbukit bukit membuat saya menghayal untuk membuat film di atas ferry tersebut!

Oke, lanjut ke Taman Nasional Komodo. Alasan saya pergi kesana bukan karena tempat ini dinominasikan sebagai 7 keajaiban dunia yang baru, sebenarnya lebih karena iseng aja sih, haha.. Eits, tapi sekarang kan TN Komodo sudah terpilih sebagai new 7 wonders, jadi ada rasa bangga sedikit pernah mengunjungi salah satu dari 7 keajaiban dunia. Ya walau banyak pro dan kontra mengenai new7wonders itu, saya sih terus berpikir positif aja mengenai ajang tersebut. Toh kalau menang, ada nama Indonesia yang dibawa. Kebanyakan orang orang Indonesia yang protes pun sebenarnya gatau kan keadaan di dalam TN Komodo itu sendiri.

Nah, yang banyak diomongin orang dan diwaswaskan yaitu jika tempat ini menang maka tempat ini akan dibuka dan menjadi terkenal. Hukum objek wisata yang dibuka dan terkenal adalah makin terkenal maka makin jelek dan rusak tempat tersebut, contohnya Kuta Bali! Nah, hukum tersebut bisa terjadi jika semua orang berkesempatan yang sama untuk bisa masuk ke dalam target objek wisata tesebut. Misalnya objek Pantai yang memang menjadi objek wisata massa. Sebelumnya saya ceritakan, TN Komodo ini cukup susah untuk diakses, kalau pun ada yang bilang gampang pasti dia orang kaya karena bisa membeli tiket penerbangan ke Labuan Bajo, atau orang orang yang bisa membeli paket liveaboard atau cruise! Kebanyakan turis yang datang kesana pun adalah turis asing, jadi saya yakin lah turis asing lebih bertanggung jawab, secara mereka well educated. Lagian kalau ga well educated mana bisa juga mereka berlibur ke Indonesia, apalagi destinasi seperti TN Komodo. Nah, untuk turis turis lokal yang jahil? hmm.. apakah mereka berani jailin komodo? suer deh dijamin ga ada yang berani kalau udah berhadapan langsung sama Komodo sebesar manusia dewasa! apalagi mereka paling jago dalam hal tipu menipu mangsanya, larinya kencang pula! Sama anaknya aja takut, apalagi sama yang segede bagong.

Jadi, saya turut bangga akan kemenangan TN Komodo dalam kontes new7wonders. Ya walaupun ada beberapa kandidat yang menurut saya lebih menakjubkan dari TN Komodo yang tidak terpilih, seperti Pulau Galapagos!

Warning: jangan sekali kali ke TN Komodo untuk alasan yang ga jelas, kalau ga bisa kepikiran bermalam malam karena takut dimakan komodo!

You may also like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.