Daily Escape: Taman Bunga Nusantara, Puncak, dan Sekitarnya

source: wisatacipanas.com

Ceritanya, minggu itu saya mengalami minggu yang cukup padat. Beberapa project dilimpahkan dalam satu minggu itu. Akhirnya, pada jumat malam, saya mendapatkan SMS dari bos di kantor lain yang menawarkan untuk motret besok (sabtu) di Taman Bunga Nusantara, Cipanas. Sempat misuh-misuh sih karena ada beberapa janji di depok dan di puncak, namun karena butuh uang juga akhirnya saya ambil tawaran tersebut.

Keesokan harinya, saya dijemput di depan sebuah mall ternama di bilangan Taman Mini (ciailaah..) yang selanjutnya langsung meluncur ke Puncak via Tol Jagorawi. Padahal minggu lalu saya pun baru dari puncak untuk menghadiri Press Camp Suara Mahasiswa. Asik juga sih, santai disana. Selain suka pantai, saya pun memang suka dataran tinggi. Udaranya sejuk banget dan mata pun ikut relax karena pemandangan yang hijau semua. Soal macetnya? hmm jangan tanya!

Saya pun sempat kena sistem buka tutup ketika baru keluar tol. Sempat menunggu setengah jam sambil tertidur di mobil akhirnya jalan menuju Puncak Pass dibuka juga pada pukul 9. Berbondong-bondong seluruh mobil kalap memasuki jalur yang dibuka jadi satu arah tersebut. Tidak lama kemudian kami pun sampai di Puncak Pass dan mata saya sangat dimanjakan oleh hijau dan luasnya perkebunan teh disana. Parasut dari paralayang yang beterbangan sana sini pun turut menyemarakkan pemandangan disana. Semangat bermain paralayang itu menular ke saya. Jadi ingin, kapan kapan nyoba yuk??

Tidak sampai setengah jam rasanya, kami sudah sampai di Taman Bunga Nusantara. Pertama dan terakhir kali kesana ya sekitar 10 tahun yang lalu, bareng keluarga. Ketika kemarin balik kesana, kayaknya ga ada yang berubah. Lokasi bunganya masih sama.. Hanya saja, ketika saya kesana lagi sepi.

Saya baru engeh, taman bunga disana dibagi bagi lagi yaitu Taman Perancis, Amerika, Jepang, dan sebagainya. Kemudian saya masih ingat, disana ada rumah kaca dan ternyata masih ada. Seperti kebanyakan tempat tamasya lainnya di Indonesia. Di setiap penjuru taman dipasang speaker, yang tak lain dan tak bukan lagu yang diputar masih saja yang jadul atau lawas. Asik juga sih, saya jadi serasa bernostalgia, padahal disana sedang kerja.

Nampaknya tempat ini memang tersembunyi dari daerah luar, masuknya aja cukup jauh dari jalan raya. Sampai-sampai sinyal handphone pun ada yang ilang, teman saya yang pakai Axis kehilangan sinyalnya hahaha


Pulangnya, karena males buru-buru dan ingin menghindari buka tutup, akhirnya kami mampir di Gantole. Baru sekali dengar tapi sering liat di TV, jadi tempat tinggal landasnya permainan paralayang di Puncak Pass. udaranya, rrruuaar biasa sejuk! lama lama jadi dingin! hahaha Pemandangan sore itu cukup “charming”, kita bisa melihat pegunungan di sekitar ditambah deretan awan dan warna langit sore yang makin mendramatisir sore itu. Well,  That could be perfect week in the last month of 2011, I love my job!



You may also like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.