Terbang Pagi Membawa Sengsara

Jadwal terbang jadi berantakan!

Akhir Januari dan awal February merupakan hari hari tersering saya berurusan dengan bandara. Mulai dari 27 Januari harus terbang ke Singapore untuk menyusul genggong jalan-jalan, kemudian tanggal 30 harus lari-lari tragis di bandara LCCT Kuala Lumpur karena ketinggalan pesawat balik ke Jakarta. Tanggal 1 February harus kembali lagi ke Soekarno Hatta dan teler ngantuk karena penerbangan dini hari. Kemudian, baru sehari keliling Metro Manila, saya harus bersahabat kembali dengan Bandara Ninoy Aquino (NAIA) yang dingin buanget!

Entah mengapa, penerbangan Manila – Mactan-Cebu saya harus dicancel dan dipindah jam, menjadi jam 3 dini hari! what an early flight!!! baru sekali saya terbang sepagi itu! Untuk menghemat budget liburan dan supaya tidak ketinggalan pesawat saya jadi tidur di airport. Untunglah langsung dapet lapak walau harus berbagi dengan seorang bapak bapak Filipino.

Rasanya baru sekejap tidur tapi udah dibangunin sama seorang security yang cantik dan baik hatinya. Dia meminta tiket Cebu Pacific saya. Kemudian, dia memberikan arah kemana saya harus check-in, dan saya diharuskan check-in saat itu juga! Ponsel saya tewas dan tidak tahu itu jam berapa, saya rasa itu jam tiga kurang. Kemudian ada seorang security cowok yang bilang mau menemani saya menuju counter check-in Cebu Pacific. Sambil tergesa-gesa karena takut tertinggal, si security itu malah bilang sesuatu yang bikin saya ilfeel “sir, you should give me a tip” kemudian tegas saya bilang “what a tip? i don’t have money” sambil saya cuekin, saya berlari menuju counter check-in.

Tidak ada nya tulisan Cebu sebagai tujuan saya di counter check-in itu membuat saya panik! Engga! ga boleh lagi ketinggalan pesawat! masa dalam satu minggu ketinggalan pesawat sampai dua kali. Tapi kenyataannya saya malah kecepetan check in hehe. Kemudian saya masuk ke bagian pajak bandara dan mencari gate pesawat yang akan saya tumpangi. Entah bandara pagi itu benar-benar dingin, atau karena semalaman tadi saya tidur di lantai, atau karena kaget sewaktu dibangunin, kejang-kejang saya kembali kambuh. Sambil gemetaran saya terus jalan, tarik napas sepanjang panjangnya dan minum air putih yang banyak. Gawat kan kalau saya sampai pingsan di bandara pagi buta gitu? nanti dimasukkan ke rumah sakit terus diperes, duit abis, ga bisa jalan jalan deh! Syukur lah sebelum memasuki bagian custom dan security saya bisa menenangkan diri dari step ringan itu. Serem!!

Memasuki gate, saya duduk bersama puluhan dan mungkin ratusan orang yang terlantar akibat penerbangan yang amat pagi. Di samping saya tidur sangat pulas seorang bule, entah dari Australia atau Inggris atau Amerika. Tapi ketika dia bangun, dia langsung menanyakan jam dan curhat kalau dia baru saja mendarat dari Korea. Mau diajak jalan bareng supaya ada temen yang motoin selama di Cebu tapi kayaknya waktunya ga pas. Ya sudah jadi saling cuek.

Pesawat mulai take off sekitar 4.25 waktu Filipin. Saya langsung pasang posisi tidur dengan sarung dan jaket. Nyaman ga nyaman yang penting tidur karena seharian nanti saya akan jalan-jalan dan nyebrang pulau! Beruntung lah tidak seperti penerbangan di Filipin lainnya yang banyak mengalami gangguan cuaca. Dini hari itu cuaca benar-benar cerah sampai saya bisa melihat kerlap-kerlip cahaya kota Cebu dari atas dan perpaduan langit biru pekat. Saya pun sampai lebih dulu dibanding fajar pagi itu. Sesuai dengan saran dari salah seorang host, Saya bisa ke rumahnya, di daerah Banawa dengan menggunakan White Cab di area keberangkatan. Langsung nemu dan langsung naik, abisnya mencari jeepneys ga nemu nemu ya terpaksa naik Taksi, lagipula saya belum mengenal daerah tersebut.

Syukurlah akhirnya petualangan Filipin saya tidak berhenti di Bandara Ninoy Aquino. Rencananya sih akan berlanjut ke Puerto Princessa kalau memang uangnya cukup. Sembari mikir, saya mau nikmatin travel list saya dulu di Bohol.

Mactan-Cebu Airport Pagi itu

2 tanggapan pada “Terbang Pagi Membawa Sengsara”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.