The Motorcycle Diaries

Banyak orang termotivasi untuk mengunjungi suatu tempat gara gara nonton film. Misalnya, sehabis nonton film the beach nya leonardo dicaprio rasanya ingin sekali ke Phi Phi Island dan bersantai di Maya Bay. Masih banyak juga film film lainnya yang menginspirasi kita untuk jalan jalan keliling dunia.

Nah, kebetulan impian saya adalah berpetualang di Amerika Latin. dan kebetulan setahun yang lalu kalau tidak salah, saya meminjam film dari seorang teman, judulnya The Motorcycle Diaries. Ternyata, film itu mengisahkan tentang masa muda nya Ernesto ‘Che’ Guevara, yang tak lain dan tak bukan bersetting di Amerika Selatan.

Di film tersebut, Che Guevara bersama sahabatnya Alberto Granado berencana untuk mengisi masa mudanya dengan suatu hal yang spektakuler. Sesuatu yang jarang atau bahkan belum pernah dilakukan oleh orang orang, di zaman itu, yaitu bersepeda motor keliling benua. Rute perjalanan mereka adalah melewati negara mereka yaitu Argentina, menuju ke bawah, lalu menyebrang melewati Lago Frias menuju Chile. Dari Chile mereka terus keatas lalu masuk ke Peru dan tak lupa mengunjungi Machu Pichu. Melanjuti perjalannya mereka meneruskan rutenya ke Colombia, dan akan berakhir di Venezuela. Perjalanan mereka tersebut ditempuh menggunakan La Pederosa, yaitu Motor Norton 500 milik Alberto. dan yang bikin gila, perjalanan tersebut akan ditempuh sejauh 12.000km.

Dengan tujuan bersenang senang dan berpetualang, mereka justru banyak melihat hal hal yang mengubah cara pandang mereka. Di awal film dikisahkan bahwa Ernesto ‘Fuser’ Guevara meninggalkan kuliah tingkat akhirnya untuk petualangan tersebut. Perpisahan dengan keluarga dan kekasih yang sangat mengharukan, ya setidaknya di film ini cukup sedikit dibumbui kisah asmara. Sepanjang perjalanan, mata kita akan dimanjakan oleh pemandangan luar biasa di Argentina. Melewati Lago Frias yang indah dan menghadapi dinginnya serangan salju di pegunungan Andes. Selanjutnya, mereka bertemu dengan dua gadis Chile, yang berbaik hati untuk memberikan tempat tinggal. Disana mereka harus mendapatkan kenyataan pahit, yaitu motor Alberto rusak berat dan tidak bisa dipakai. Sampailah pada keputusan mereka untuk melanjutkan perjalanan mereka yang semakin berat.

Sebelum memasuki Peru, mereka berjalan sangat jauh melewati Atacama Desert, disana mereka bertemu dengan sepasang suami istri komunis. Disana mereka sangat tersentuh dengan cerita sepasang suami istri tersebut dan mulai merasakan banyak ketidakadilan yang terjadi. Akhirnya mereka berpisah dengan pasangan tersebut di Chuquicamata, dan terus berjalan hingga ke perbatasan Peru. Hingga akhirnya mendapatkan tebengan hingga sampai di Peru. Disana mereka belajar dan mengenai lebih banyak mengenai suku inca lalu kemudian mengunjungi peninggalan peradaban inca tersebut, yaitu Machu Pichu.

 Singkat cerita mereka mendapatkan rekomendasi untuk mengunjungi seorang dokter di Lima. Hingga akhirnya mereka dikirim oleh dokter tersebut ke pedalaman sungai amazon. Disana mereka bertemu dengan banyak pasien lepra yang dikarantina. Banyak hal yang mereka dapat disana, dan banyak hal yang mereka ubah disana. Hingga akhirnya mereka dihadiahi Mambo Tango, sebuah rakit yang membantu mereka mengarungi Sungai Amazon dan melanjutkan perjalanan di Colombia.

Hingga akhirnya mereka sampai juga di Venezuela, sampai juga pada ending dari film ini. Alberto Granado melepas kepergian Ernesto Guevara di bandar udara. Alberto tidak pulang ke Argentina karena dia mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan pekerjaannya sebagai pharmacist. 

final scene



Di film tersebut sangat memacu saya untuk bisa melakukan hal yang sama dilakukan oleh Ernesto Guevara dan Alberto Granado. Terngiang-ngiang lah pertanyaan “masa saya tidak bisa seperti itu?” mumpung masih muda dan tentunya saya tidak mau dimakan umur tanpa suatu hal yang bisa membekas. Suatu hal yang bisa memberi perubahan untuk diri saya dan hingga akhirnya memberi perubahan kepada orang lain dan dunia.

kalau lagi iseng dan penasaran sama filmnya, sudah ada di youtube :p

You may also like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.