Temple of Heaven

Temple of Heaven

Dari Forbidden City, perjalanan berlanjut ke Temple of Heaven, atau dalam bahasa setempat yaitu Tiantandongmen. Saya bersama pasangan USA tersebut, Jeff dan Caren, meluncur ke Temple of Heaven. Enak yah dapet temen nemu di jalan yang sudah mapan begitu, jadi ditraktir taksi deh. Hihi buat kamu yang memang mau naik transportasi umum, Temple of Heaven terhubung dalam rute Beijing Subway. Dari Tian’anmen Square East kamu mengambil jalur satu tujuan Sihui East dan transit di stasiun Dongdan. Kemudian ambil Line 5 dan turun di staisun Tiantandongmen.

Sebenarnya sih, bagusnya kamu riset dulu, pintu mana yang sebaiknya kamu masuki biar tidak rugi seperti saya. Jadi, saya bersama Jeff & Caren diturunkan di sebrang Temple of Heaven. Lalu kami masuk lewat pintu ‘taman’. Kami membayar tiket seharga 15 Yuan yang TERNYATA itu tiket masuk ke taman nya saja. Hanya ada pohon cemara dan hamparan rumput luas serta puluhan orang lokal sedang berjudi. Bayangkan! Berjudi aja mesti di situs bersejarah macam Temple of Heaven, ups! Maksudnya di taman nya yang notabene bayar 15 Yuan.

Ya sudah, kami iklhas saja kejebak masuk taman untuk kedua kalinya setelah di Tian’anmen tadi. kemudian kami membeli tiket lagi, yang ga pake kompakan saya membeli Through Ticket (35 Yuan) sementara Jeff & Caren membeli single ticket (15 Yuan). Saya kecele! Siapa suruh ga pake nanya ke mereka, biar kompakan gitu, gara-gara gengsi mau beli yang paling murah. Huff

Entah ya, saya tidak dapet greget nya pas mengunjungi Forbidden City, tapi berbeda ketika di Temple of Heaven. Saya suka sekali dengan bangunannya. Biasa lihat di foto-foto, kemudian lihat aslinya ternyata lebih ‘waaah’. Bangunannya besar banget.

Temple of Heaven juga merupakan simbol dari kota Beijing. Terletak pada taman seluas 167 hektar yang dipagari dan terdapat gerbang masuk di setiap batas setiap situs. Dulu nya, Temple of Heaven ini adalah sebuah tempat agung yang ditujukan untuk berdoa kepada ‘Son of Heaven’. Tempat persembahan untuk hasil panen yang melimpah, mencari izin Tuhan, dan juga sebagai tempat penebusan dosa.

Gate to Hall of Good Harvest Prayer

Kompleks utama, yaitu bangunan dengan atap melingkar seperti payung yang bertingkat tiga tersebut dinamakan Qinian Dian, atau Hall of Prayer for Good Harvest. Dibangun pada 1420. Sesuai namanya, disini tempat para kaisar memohon hasil panen yang melimpah. Yang mengherankan adalah, pilar-pilar yang menopang langit-langit bangunan ini sama sekali tidak menggunakan semen atau paku.Setidaknya untuk bangunan dengan tinggi 38 meter dan diameter 30 meter itu merupakan sebuah hal terkeren pada masa nya.

Kalau dilihat dari atas, bentuk bangunan yang bulat dan lapangannya yang kotak, melambangkan bumi dan langit. Terdapat juga Yuanqiu, atau ‘Round Altar’ yang tingginya 5 meter. Dibangun pada tahun 1530, dan dibangun ulang pada tahun 1740. Yang unik dari altar ini adalah, terdapat satu titik pusat di tengah nya, dan titik pusat tersebut dikelilingi oleh lantai yang berjumlah sembilan, dan berlanjut terus kelipatannya. Jadi, pada lingkaran lantai ke-sembilan, akan terdapat 81 lantai. Begitu juga pada masing-masing tangga nya.

Tak jauh dari bangunan utama, terdapat Imperial Vault of Heaven dikelilingi oleh dinding yang dinamakan Echo Wall. Disana banyak sekali wisatawan yang iseng memastikan bahwa tembok ini benar-benar bergema. Ada yang tepuk tepuk tangan, ada yang teriak-teriak.

Ternyata Througt Ticket saya sangat berguna, karena saya tidak perlu membeli tiket lagi untuk memasuki objek selanjutnya. Jadi setelah keluar pelataran Temple of Heaven, kita masih akan masuk ke areal temple yang lain. Akhirnya Jeff & Caren ikutan membeli Through Ticket di pintu keluar Temple of Heaven. Jadi, satu yang mesti kamu hindari atau tidak perlu kunjungi adalah taman nya yang seharga 15 Yuan itu.

Echo Wall

Gate to Round Altar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.