The Famous, Badaling Greatwall

Badaling Greatwall

Siapa sih yang gak tau tembok besar Cina? Sedari kecil kita sudah dicekokin betapa megahnya tujuh keajaiban dunia, dan tembok besar Cina merupakan salah satunya. Ini memang merupakan satu cita-cita saya, bisa menapakkan kaki di tembok terpanjang seluruh dunia yang rumornya sampai bisa terlihat dari bulan.

Ketika saya sudah mendapatkan tiket pesawat ke Beijing, saya sudah mulai browsing mengenai tembok besar Cina ini dan mendapati bahwa ada banyak sekali bagian dari tembok besar ini. Setidaknya ada dua situs yang paling terkenal yaitu Badaling dan Mutianyu. Kedua situs tersebut memang yang paling dekat dengan kota Beijing. Padahal setelah blog walking dan riset berbagai situs lainnya, aduh.. kok keren-keren banget ya! Jadi banyak yang sudah jadi reruntuhan, dan menurut saya itu lebih dramatis dan lebih oke untuk difoto. Lagi pula, tidak dibanjiri oleh para turis seperti di Badaling. Sayangnya, aksesnya yang tidak begitu mudah dan lebih mahal tentunya.

Berhubung budget saya yang tidak mencukupi dan faktor waktu, akhirnya saya pasrah untuk hanya dapat menikmati Badaling section. Katanya sih, section ini juga bisa dinikmati jika kita berjalan lebih jauh, sehingga mendapatkan tempat yang jarang turisnya.

Mengantre naik bus ke Badaling

Akses ke Badaling memang sangat mudah. Tersedia kereta dan juga bus. Sialnya, saya kesiangan, bangun jam 9, akibat kecapekan jalan-jalan hari sebelumnya.  Host saya hanya memberitahukan cara ke Badaling dengan kereta. Jadi, saya buru-buru mengejar kereta yang berangkat jam 11.00. Jarak yang jauh dan transit beberapa kali ke Nort Railway Station membuat saya tiba sekitar pukul 10.30, dan tiketnya sudah ludes. Ada lagi nanti jam 12.40 yang tiketnya baru dibuka sejam kemudian. Rasanya lemes banget kalau harus nunggu beberapa jam. Belum lagi waktu perjalanannya yang hampir dua jam. Sampai sana sudah kesorean. Katanya transportasi balik ke Beijing nya tidak sampai malam. Langsung lah saya puter otak, buka Lonely Planet tentang Beijing dan mendapati cara kesana dengan menggunakan bus.

Dari North Railway Station (Xizhimen), kamu cukup sekali naik subway ke stasiun Jishuitan. Nah, dekat situ sekitar 500meter terdapat terminal bus. Coba kamu telusuri bus nomor 919 dan kalau kebingungan bertanya ke orang tersebut dengan kata kunci ‘Badaling’ dan ‘919’. Sewaktu kebingungan mencari tempat naik bus, saya bertemu dengan pasangan cina yang tidak bisa berbahasa Inggris.  Mereka pun ingin ke Badaling, dan akhirnya kami sama –sama mencari bus ke Badaling. Syukur lah, saya menemukan orang lokal yang berbahasa mandarin, akhirnya hanya ngintilin kemana mereka pergi.

Ketika ditunjukkan dimana tempat ngantri naik bus tersebut, rasanya mau pingsan. Antreannya panjang banget.  Dengan kemampuan yang ‘Indonesia’ banget, akhirnya saya nyelak! Haha ga sanggup lihat antreannya. Sewaktu keadaan mencari antrean itu, saya sempat berpisah dengan pasangan cina tadi. kemudian ada seorang cewe yang menegur dengan bahasa cina sambil senyum-senyum. Lah saya balik senyum dan kepedean gitu. Kemudian saya baru sadar kalau dia adalah si pasangan cina tersebut. Walah… udah kepedean dapet travelmate cantik.

Tiba saat mau naik bus, si cewe tadi ngotot gak mau naik bus karena kursi hanya tersisa dua, dia ingin saya barengan dengan mereka. Akhirnya kami menunggu bus selanjutnya, yang gak perlu nunggu lama juga sih. Saya sih asik-asik aja dapet temen baru, orang lokal pula. Lucu nya sih, selama di perjalanan kami hanya senyum-senyum doang sambil berbahasa tubuh kalau ingin berkomunikasi. Sayangnya, sesampainya di Badaling sewaktu saya berjalan di pasar souvenirnya, saya berpisah dengan mereka. Entah lah, mungkin mereka berubah pikiran untuk balik ke loket cable car.

Dari pemberhentian bus, saya menyusuri jalan menanjak sekitar 2km. Ini semacam pemanasan. Bahkan untuk menyiasatinya saya berjalan mundur, gak tahu deh ngefek atau tidak. Sekitar 15 menit berjalan akhirnya tiba pada loket tiket. Harga tiket masuk nya 45 CNY. Lebih murah dibanding Palace Museum. Akhirnya saya resmi menginjakkan kaki di tembok besar Cina!

Di ujung jalur utara

Banyak yang bilang bahwa Badaling adalah tembok besar yang paling fotogenik, selain itu tembok besar ini juga yang paling aman untuk dikunjungi. Hal yang perlu diperhatikan untuk explore situs ini, perhatikan alas kaki yang kamu pakai. Jangan memakai sendal apalagi buat wanita pakai sepatu ber-hak. Jalanannya yang kadang menanjak curam dan permukaan batu yang sudah halus akibat telah dikunjungi jutaan orang membuatnya licin. Perlu perhatian yang ekstra dalam berjalan di tembok besar. Hati-hati juga pada tengga yang bisa saja keropos dan mengakibatkan kepeleset. Kalau sudah terpeleset disana, akibatnya fatal banget. Kamu bisa terguling layaknya film-film India namun dengan ending yang tidak romantis. Tidak tahu deh nantinya kamu akan gelinding sampai dimana dan jadi apa.

Ketika masuk di Badaling, kita berada di dua pilihan. Yaitu mau ikut jalur selatan atau utara. Saya melihat jalur mana yang bisa mendapatkan foto yang paling fotogenik. Akhirnya saya mengambil jalur utara. Trek nya tidak begitu jauh dan bisa mengambil gambar jalur selatan yang terlihat meliuk sangat jauh hingga tak terlihat ujungnya.

Turunan ekstrem

Kamu juga mesti survey kapan waktu terbaik untuk mengunjungi Greatwall. Saya sih kepingin nya ketika musim gugur. Berhubung tembok besar ini berada di atas bukit dan mengular jauh. Maka pemandangan bukit yang menguning di musim gugur sangat lah cantik untuk disaksikan. Saya sendiri sudah cukup dipuaskan ketika jalan musim panas kemarin. Kebetulan langitnya biru dan udara tidak begitu terik. Berhubung tembok besar ini berada di ketinggian maka anginnya sangat sejuk dan sepoi-sepoi.

Buat kamu yang tidak membeli tiket cable car, sialnya adalah kamu harus balik ke pintu masuk yang sebelumnya kamu masuki. Jadi mesti bolak-balik di jalur yang sama. Entah lah, saya sangat menikmati jalan-jalan sendiri di tembok besar Badaling. Tanpa perlu mengkhawatirkan punya foto pribadi yang banyak, saya sangat menikmati berada di ketinggian dengan pemandangan tembok besar Cina yang mengular jauh.

Kalau ditanya mau balik atau tidak, tentu saya menjawab mau kembali, tapi tidak ke Badaling section ya! Saya mau yang lebih menantang. Uhmm Jinshanling dan Simatai boleh jadi pilihan menarik!

You may also like

1 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.