Angkor Bicycle Trip

South Gate of Angkor Thom
Relief in Angkor Wat

Angkor Wat, disebut-sebut sebagai kompleks candi hindu terbesar se-dunia. Bangunan ini dibangun pada masa Raja Suryawarman II, sekitar abad 12. Selain sebagai pusat kota dari kerajaan Khmer pada masanya, bangunan ini adalah sebuah persembahan untuk Wisnu. Dikelilingi oleh parit yang berbentuk persegi, Angkor Wat bagaikan sebuah pulau yang mengapung di tengah hutan. Selain itu, puncak tertinggi dari bangunan ini pun direpresentasikan sebagai Gunung Meru, yang dalam mitologi Hindu diartikan sebagai rumahnya para dewa.

Memasuki pintu masuk Angkor Wat, saya sudah mulai berimajinasi. Gimana ya bangunan ini dulu ketika baru dibangun? saya percaya pasti megah banget. Penuh ukiran-ukiran yang halus. Relief yang bercerita layaknya di candi-candi yang sering kita jumpai di Jawa.

Sesungguhnya saya tak tahu harus eksplor tempat ini dari mana ke mana. Saya hanya muter-muter dan mencari spot-spot menarik untuk dipotret. Beberapa kali colongan mendengar guide orang lain yang sedang bercerita. hehe Saya sih berpikir, kalau memang mau tahu lebih banyak, saya bisa mempelajarinya sendiri dari internet.

Inside Angkor Wat

Ketika sedang asik keliling di dalam Angkor Wat, kepala saya keliyengan, pusing, dan lemes. Saya baru inget kalau saya belum sarapan tapi sudah goes sepeda sejauh 8 km, ditempa angin pagi. Keringet dingin bercucuran. Jadi saya tidak berlama-lama di dalam.

Saya langsung mencari sarapan. Sambil jalan tertatih-taih, saya mendatangi warung-warung di pinggir danau jadi-jadian. Lucu nya, warung-warung di sana diberikan nama artis hollywood. Ada Lady Gaga, Brad Pitt, Jolie, Madonna, dan lain sebagainya. Kayaknya pagi itu saya makan di warung Brad Pitt. Menu nya cuma nasi goreng seharga 4 USD yang bisa ditawar jadi 2 USD. Gila gak lo ditawarin nasi goreng 40.000rupiah di warung pinggir empang gitu?

Tak berapa lama, makanan datang. yeah.. nasi goreng ayam dengan banyak sayuran. Begitu diicip, rasanya enakan buatan sendiri. Gokil lah, nasi goreng seharga 2 USD rasanya kayak nasi dikasih minyak panas terus dicampur saos. Oke gak boleh protes kalo gak mau diracun.

Angkor Worker & Asura
Devas

Saya melanjutkan bersepeda dan meninggalkan Angkor Wat. Tujuan selanjutnya adalah Angkor Thom/The Bayon. Di tengah jalan, kita akan melewati Elephant Ride. Kalau kamu punya uang lebih, kamu bisa mencoba menaiki gajah untuk mencapai candi yang ada di atas bukit.

Avalokitesvara at Bayon

Jarak dari Angkor Wat ke Angkor Thom sekitar 2km. Sebelum nya, kita akan menjumpai pintu gerbang Angkor Thom (pintu selatan). Tata letak Angkor Thom hampir mirip dengan Angkor Wat, hanya saja situs ini lebih luas lagi. Kota yang dibangun pada masa raja Jayawarman VII berpusat pada situs The Bayon. Dikelilingi oleh kanal-kanal dan tembok yang memagari pusat dari kota kerajaan Khmer pada akhir abad ke 12.

Tepat di depan gapura pintu masuk ke Angkor Thom, kita akan melewati jembatan yang dijaga oleh Deva/Dewa & Asura/Iblis. Melihat dari pintu masuknya saja, sudah terlihat kalau dulunya ini adalah kerajaan megah. Belum lagi kalau kita melihat langsung wajah-wajah yang terbentuk di Bayon. Setidaknya ada 200 wajah dari Lokesvara/Avalokitesvara.

Bayon

Untuk mengelilingi kompleks candi Angkor, pengelolanya sudah menyiapkan beberapa rute dan membaginya berdasarkan jarak. Ada short dan long trek. Kalau short trek, dari Terrace of the Elephants/kompleks Angkor Thom, kamu bisa langsung belokke arah Victory Gate, dengan tujuan selanjutnya langsung ke Ta Prohm dan kemudian langsung ke Angkor Wat. Sedangkan saat itu, saya mengambil long trek (dengan goes sepeda tentunya) dengan rute lurus ke arah Preah Khan, Bantey Prei, Ta Som, East Mebon, Ta Prohm, dan kemudian kembali ke pintu timur Angkor Thom. Tentu dengan mengambil jalur long trek, akan lebih banyak objek yang dijumpai, tidak hanya candi-candi yang terkenal lewat film Tomb Raider (seperti Ta Prohm).

My Bike with background Terrace of Elephant

Jadi, ketika kamu hendak jalan-jalan di sini, pastikan juga kamu meminta peta gratisan di tempat pembelian tiket. Syukur-syukur kalau kamu punya uang lebih untuk membeli peta yang lebih oke (penuh gambar dan informasi serta tanpa iklan). Walaupun kamu naik tuk-tuk dan abangnya sudah tahu rutenya karena makanannya tiap hari, tapi kamu juga mesti tahu kan objek apa saja yang ada di dalam kompleks arkeologi ini. Berhubung tiketnya mahal, jadi puas-puasin mengeskplor tempat ini, puas-puasin fotonya, dan nikmatin setiap atmosfer di dalam tempat ini. Seperti albumnya The Beatles, perjalanan ini adalah Magical Mistery Tour.

My route in Angkor Thom
Angkor Archaeological Park’s Map
Face of Lokesvara

You may also like

1 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.