Transit

Mayoritas orang yang suka bepergian pasti pernah mengalami transit, di mana pun kapan pun. Gak tau ya, kalian suka atau engga dengan transit, tapi saya sih suka banget. Transit itu seperti merasa terdampar, dari bandara, terminal bus, stasiun, atau dermaga kapal di pulau antah berantah.

Sering di dalam merencanakan sebuah perjalanan, saya pasti menyelipkan transit-transit singkat di suatu kota, baik yang belum pernah maupun belum. Dekat-dekat ini, saya transit di Kuala Lumpur, padahal dari Medan dan ingin balik ke Jakarta. Di KL ngapain? cuma ngobrol-ngobrol aja di Starbucks dengan teman lama. Atau sering kali saya transit di Manila. Duh kota ini mirip banget Jakarta, baik tampilan maupun moodnya, hanya bedanya orang-orangnya lebih bersih. Kegiatan favorit saya kalau transit di Manila itu cari makan di Jolibee atau hunting fastfood enak dan jalan-jalan di mall (yang bahkan saya jarang banget ke mall kalau di Jakarta).

Atau misal, ketika mau road trip ke Lombok dan Flores, saya transit di Bali. Di sana juga cuma numpang bengong-bengong aja di Pantai Kuta atau menghirup udara segar di Ubud (yang mungkin gak sampai sejam, terus pergi).

Selayaknya waktu yang sebentar, transit memang hanya bisa diisi dengan kegiatan-kegiatan singkat saja. Banyak pilihan sebenarnya, mulai dari yang gak biasa kamu lakukan sampai yang rutin kamu lakukan (semisal tidur siang). Kalau dibilang kegiatan tersebut hanya buang-buang waktu dan uang, bagi saya sih tidak. Lewat transit di suatu kota, saya bisa mendapatkan angin segar atau pemandangan baru walau kegiatannya itu-itu aja (pergi ke mall, makan junkfood, dll). Beda tempat kan pasti beda kebiasaan. Banyak hal yang bisa kamu perhatikan; tingkah laku orang lokalnya, papan iklan yang lucu, jajanan yang unik, teriakan pedagang, atau mungkin cari gebetan.

Saya nulis ini karena kangen terdampar/transit di suatu tempat. Semoga awal September nanti jadi transit di Manila (lagi dan lagi). Kangen makan Jolibee dan Halo-halo 😀

13 tanggapan pada “Transit”

  1. gan, klo misalkan kita mau ke jakarta dari medan atau sebaliknya, trus transit di Kuala Lumpur, itu kita gak bisa keluar2 dari ruang tunggu dong, kan kita gak punya visa/paspor?

    1. Febry Fawzi – Seattle, WA – Febry is a travel enthusiast that has experience in marketing, content creation and curation, and editorial design. Studied Advertising at the University of Indonesia, with experience in established and startup companies, as well as extensive freelance work. Knowledgeable in digital media, the tourism industry, e-commerce, with a deep appreciation for music across all genres.

      kenapa mesti transit ke Kuala Lumpur?
      kalau saya sih emang mau jalan2 dan ketemu temen di KL. Lagipula, di Malaysia kan gak perlu pake visa, hanya perlu paspor 🙂

  2. Fahmi (catperku) – Indonesia – #Geek #Backpacker | Penulis Buku #TheTravelerNotes | Travel #Blogger at ~ catperku.com | I #tweet about #traveling regularly at @idbcpr

    belom pernah ngerasain transit euy, seringnya direct 😀 kalau dateng di bandara malam hari, terus sampe tidur di bandara sering sih hehee

    1. Febry Fawzi – Seattle, WA – Febry is a travel enthusiast that has experience in marketing, content creation and curation, and editorial design. Studied Advertising at the University of Indonesia, with experience in established and startup companies, as well as extensive freelance work. Knowledgeable in digital media, the tourism industry, e-commerce, with a deep appreciation for music across all genres.

      Harus cobain :p

    1. Febry Fawzi – Seattle, WA – Febry is a travel enthusiast that has experience in marketing, content creation and curation, and editorial design. Studied Advertising at the University of Indonesia, with experience in established and startup companies, as well as extensive freelance work. Knowledgeable in digital media, the tourism industry, e-commerce, with a deep appreciation for music across all genres.

      wiii pernah ke Subang, macam Halim di Jakarta ya? hehe

  3. Sewaktu masih blom nikah, tiap ke UK, kan aku transit di Dubai (pake Emirates). Ada fasilitas visa 48 jam namanya ‘feb. Jadi bayar sekitar 50-100 US$ trus dapet fasilitas hotel, shuttle bus, dan trip keliling kota selama max. 2 hari. Lumayan bgt yah..
    Menarik tuh kalo buat sistem pariwisata Indo lho..

    1. Febry Fawzi – Seattle, WA – Febry is a travel enthusiast that has experience in marketing, content creation and curation, and editorial design. Studied Advertising at the University of Indonesia, with experience in established and startup companies, as well as extensive freelance work. Knowledgeable in digital media, the tourism industry, e-commerce, with a deep appreciation for music across all genres.

      wah, thanks berat nih, jadi tau.. kebetulan emang mau ke Dubai, tp mikirin visa nya, ternyata 50-100 USD itu dpt hotel & shuttle bus toh. worth it. mayan..

  4. omnduut – Palembang – Bankir sesat. Pecinta buku & film yang bermimpi bisa jadi pengusaha serta bisa keliling dunia ini mengidap mamamholic sejak kecil. Sekarang tengah berjuang mewujudkan sebuah mimpi : menjadi penulis.

    Kalo perjalanan dinas, transit itu nyebelin. Apalagi kalo perginya bareng bos yang nyebelin :p Kalo lagi jalan-jalan, transit malah dicari hahaha 🙂

    1. Febry Fawzi – Seattle, WA – Febry is a travel enthusiast that has experience in marketing, content creation and curation, and editorial design. Studied Advertising at the University of Indonesia, with experience in established and startup companies, as well as extensive freelance work. Knowledgeable in digital media, the tourism industry, e-commerce, with a deep appreciation for music across all genres.

      kayaknya kalo dinas gak enak semuanya deh kecuali dibayarin nya itu. hehehe

      1. omnduut – Palembang – Bankir sesat. Pecinta buku & film yang bermimpi bisa jadi pengusaha serta bisa keliling dunia ini mengidap mamamholic sejak kecil. Sekarang tengah berjuang mewujudkan sebuah mimpi : menjadi penulis.

        Walau dibayarin juga tetep gak enak Feb.Soalnya bos nyebelin luar biasa. Karena anak bawang jadi aku sering dikorbanin untuk nemenin si bosHahaha 🙂 biar kata naik pesawat oke, nginep di tempat oke, tapi sama sekali gak nikmatin 😛 sirik luar biasa kalo sebelahan dengan org yang pake tshirt-jeans-kets eh kite kudu pake kemeja. *kipas-kipas kegerahan* hehehe

        1. Febry Fawzi – Seattle, WA – Febry is a travel enthusiast that has experience in marketing, content creation and curation, and editorial design. Studied Advertising at the University of Indonesia, with experience in established and startup companies, as well as extensive freelance work. Knowledgeable in digital media, the tourism industry, e-commerce, with a deep appreciation for music across all genres.

          hahaha TRUE!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.