Internship di JapanTravel

Musim gugur di Jepang
Musim gugur di Jepang

Hai teman-teman, lama ya tidak posting di blog ini. Maaf.. maaf.. bukannya sombong dan lupa rumah tapi saya pun sibuk menulis hal-hal lain di website kantor #tsaaaaah

Jadi, sekarang sedang mengikuti program internsip di japantourist.jp sebagai photojournalist. Kerjaannya apa? Simple, dikasih akomodasi, dikasih tiket kereta keliling Jepang, dan wajib buat laporan dalam bentuk foto dan tulisan. Terdengar seperti mimpi ya atau terlalu indah, tapi beneran terjadi dan saya pun pusing ngebayangin kalau ini mesti berakhir 🙁

Bisa naik Shinkansen sampai mabok :p
Bisa naik Shinkansen sampai mabok :p

Okay, jadi sudah hampir tiga minggu program ini berjalan dan saya sudah berpindah-pindah banyak kota. Bicara mengenai pekerjaannya, saya bisa bilang ini lebih capek dari pada kerja kantoran, tapi saya juga bisa bilang ini lebih sedikit kadar stresnya, jadi lebih sehat 😀 Saya bisa jalan seharian kemudian pulang jam 9 malam, terus beres-beres dan kemudian dilanjutkan nulis laporan sampai jam 3 pagi. Terus bobo dan bangun pagi karena gak boleh ketinggalan sarapan gratis hotel hehehe

Ngerasain tinggal di Ryokan gratis
Ngerasain tinggal di Ryokan gratis

Terus susah gak sih kerjanya? hmm…. saya tanya balik, kalau pekerjaannya susah tapi kamu seneng, apakah masih akan terasa susah? hehe saya bisa bilang, walau bahasa Inggris saya terbatas dengan grammar yang amburadul, tapi sampai saat ini, menulis dengan bahasa Inggris bukanlah kendala, namun ada kendala yang lebih besar yaitu memperolah data berbahasa Inggris, hampir tidak ada! Seringkali saya menerjunkan diri ke dalam kuil-kuil sepi menyeramkan (akibat saya paranoid setan) dan kemudian saya malah terjebak dengan sebuah tempat yang bahkan saya tidak tahu itu namanya apa, sejarahnya gimana, dan lain-lain hal sebagai bahan menulis. Untung zaman sudah canggih, saya hanya cukup menandainya di Google Maps dan berhubung navigasi di Jepang sudah bagus, jadi hampir semua nama tempat terlacak. Saya tinggal translate nama tempat tadi dan mencoba mencarinya di Google. Data yang jarang berbahasa Inggris pun bisa dicari dengan menggunakan kanji dan huruf-huruf Jepang lainnya, lalu kemudian dibantu dengan Google Translate. Perjuangannya lebih besar tapi seru!

Menginjakkan kaki di tempat antah berantah
Menginjakkan kaki di tempat antah berantah

Pernah saya datang ke sebuah kuil yang saya bingung banget mesti nulis apa soal tempat itu, namun saya wajib menulis tentang tempat itu. Hingga akhirnya, saya berhasil menemukan fakta-fakta menarik di balik tempat itu lewat si mbah Google. Hmmm jadi ini semacam perpaduan riset lapangan & literatur. Riset lapangan untuk mendapatkan jiwa dan fisik dari tempat itu, riset literatur untuk melengkapi ceritanya.

Ditunggu loh kunjungan dan komentarnya ke http://en.japantravel.com/author/febry.fawzi/profile :p 

You may also like

24 Komentar

      1. Ama ama (gaya sule, red)
        btw pagi ini aku mampir sebentar, kereeeen, artikelnya beda yah dari yang umum. nice explore 😀
        wait for more 🙂
        Oh yah Feb, aku ada temen d Tokyo, orang Indonesia, cuma nikah sama orang sana, in case lo butuh translate-an kanji d awal2. anaknya helpful, tapi kalo internet bisa meng-cover semuahnya bereslah 😀
        *yg jeles mati2an ama job lo*
        ^0^/ Semangat!!!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.