Onsen, dari malu jadi mau melulu

Onsen outdoor di Hatogo Ryokan

Sebenernya judulnya engga banget ya? hish.. tapi bener adanya. Sedari mengenal yang namanya onsen, mandi air panas rame-rame bugil, selalu berpikir, enak emangnya dan gak risih? Pertama kali datang ke Jepang pas akhir musim panas di daerah Kansai. Saya tak sempat mencoba dan mungkin memang musimnya juga tidak cocok kali ya? akhirnya, datang lagi dua bulan kemudian di musim gugur yang cuacanya menusuk kalbu. Nah ketika nulis ini, saya baru aja selesai onsen. Oke, jadi yang penasaran dan ingin tau ceritanya, simak!

Sejenis Indonesia, Negeri Sakura ini juga memiliki banyak gunung berapi. Nah dari itu, kalau orang-orang Jakarta kenalnya Ciater dan Cipanas, di Jepang lebih banyak lagi variasi sumber air panasnya. Dulu memang hanya ditemui di sumber-sumber air panas saja, tapi sekarang Onsen menjadi pemandian umum yang dapat ditemui di mana-mana, termasuk kota-kota besar semacam Tokyo. Saya sendiri sih belum pernah Onsen di Odaiba, Tokyo. Pengalaman pertama saya Onsen adalah di Hatogo Ichiban Ryokan. Hmm.. udah lama banget ngidam mau nginep di ryokan, penginapan tradisional khas Jepang. Kenapa ryokan? karena kita bisa merasakan cita rasa Jepang sebagaimana aslinya. Punya ruangan tatami sendiri, tidur dengan futon, punya ruangan minum teh, dan pastinya onsen!

Onsen indoor di Hatogo Ryokan, Chichibu.

Berhubung pengalaman pertama di Hatogo Ichiban Ryokan dan pemandian Onsen-nya pribadi, jadi gak ngerasain malu, telanjang cuma sendirian. hahaha Onsen di ryokan ini ada dua, yaitu indoor dan outdoor. Saya cobain lah dua-duanya. Awalnya semua terasa menyenangkan, lama-lama kok saya horor sendiri. Sekeliling hutan bambu, udah gelap kan tuh, ngeri aja ada penampakan. Akhirnya saya buru-buru cabut tapi tetep dong setiap makan malam dan sehabis sarapan saya berendem asoy di sana layaknya tuan raja.

Pengalaman selanjutnya, saya dapet kesempatan nginep di Grantia Hanyu Resort & Spa. Nah ini baru namanya Onsen yang pemandian umum. Ketika pertama kali datang, sore-sore gitu jam 4 sebelum sunset, saya mendapati pemandangan burung-burung beterbangan. Ada dua, yang satu burung beneran terbang di langit sore bercahaya kemilau senja, yang satu lagi burung ……. Awalnya ya malu-malu tapi lama-lama cuek bebek dan malah ketagihan karena gak sendirian. Lagian, di ruang onsen tuh berkabut macamnya tangkuban perahu, jadi samar-samar deh guys. Onsen di Grantia Hanyu ini ada macem-macem, indoor dan outdoor, dan punya berbagai macam kolam dengan temperatur yang berbeda. Temperatur paling kecil adalah 40 derajat celcius. Itu pun kalau pertama kali nyelupin kaki, langsung berasa melepuh, jadi mesti pelan-pelan. Kalau belum puas Onsen, di hotel ini juga ada sauna dan massage. Pengalaman-pengalaman selanjutnya lebih sering di hotel. Gak terlalu berkesan tetapi tetep nagih karena sehabis jalan seharian dan kena terpaan angin di suhu 5 derajat celcius, rasanya badan kembali pulih, dan Onsen ini hampir saya lakukan setiap malam atau pagi di tiga minggu saya ini 😀

Mandi sebelum nyelup

Nah, ada temen nanya “emangnya gak takut ketularan penyakit?”, jadi biar semua aman dan sehat, ada peraturan yang mewajibkan setiap orang untuk mandi, bersih-bersih badan sebelum nyelup. Disediakan juga semua peralatan mandi, nah ini pun mandinya bareng-bareng loh, jadi kayak 17 agustusan gitu, rame.

Jadi kalau masih bertanya enak apa engga, risih atau engga, semuanya balik ke pribadi masing-masing, saya yang memang punya cita-cita ke nude beach menjadikan Onsen sebagai latihan (lah cetek banget cita-citanya). Lagian, orang Jepangnya sendiri juga snatai-santai banget, masa ya pada tiduran di lantai (lantai ya bukan kolam) dan ada yang ngobrol-ngobrol santai (nah ini asik sih kayaknya ngerumpi sambil Onsen). Selain itu, datangnya juga harus tepat, musim gugur, dingin, atau semi. Nah, enaknya sih Onsen yang bener-bener di alam, semacam di sungai atau gunung. Sayangnya, kebanyakan yang begitu adanya di tempat-tempat yang jauh, kendala di transportasi deh.

-6.211544106.845172

20 tanggapan pada “Onsen, dari malu jadi mau melulu”

  1. BaRTZap – a Globetrotter | a Certified Diver: PADI Advance Diver and AIDA** Pool Freediver | a Photography Enthusiast | a Laboratory Technician.

    Ya ampun Feb cita-citanya hahahaha.
    Sebenarnya aku juga pengen nyobain Onsen kapan-kapan, walaupun juga masih mikir-mikir berani apa nggak nya 😀

    Btw, kalau ng-Onsen di Ryokan itu, waktu itu sampai kena berapa?
    Soalnya pengen juga nyobain nginep di Ryokan, tapi dengar-dengar harganya lumayan juga.

    1. Febry Fawzi – Seattle, WA – Febry is a travel enthusiast that has experience in marketing, content creation and curation, and editorial design. Studied Advertising at the University of Indonesia, with experience in established and startup companies, as well as extensive freelance work. Knowledgeable in digital media, the tourism industry, e-commerce, with a deep appreciation for music across all genres.

      hehehe :p

      Harus coba sih. Tempo hari onsen di pinggir pantai, life-changing moment huaaa

      Kalo nginep di ryokan biasanya 1-2 juta per malam. Tapi kalau lagi low season, bisa aja dapet 600rb/malam loh.

      1. BaRTZap – a Globetrotter | a Certified Diver: PADI Advance Diver and AIDA** Pool Freediver | a Photography Enthusiast | a Laboratory Technician.

        Wuih, asik banget tuh, sambil berendam di Onsen liat lautan. Pasti nyaman.

        Lumayan juga tuh kalau pas low season. Btw, Jepang kapan low season nya sih? Kayanya negeri satu itu all season menariknya hahaha. Boleh dong bocorannya, kalau ada Feb.

        1. Febry Fawzi – Seattle, WA – Febry is a travel enthusiast that has experience in marketing, content creation and curation, and editorial design. Studied Advertising at the University of Indonesia, with experience in established and startup companies, as well as extensive freelance work. Knowledgeable in digital media, the tourism industry, e-commerce, with a deep appreciation for music across all genres.

          hahaha keliatannya sekarang2 ini emang lagi high season terus ya? Mungkin bisa coba bulan February, Juni, September, atau Desember.

          1. BaRTZap – a Globetrotter | a Certified Diver: PADI Advance Diver and AIDA** Pool Freediver | a Photography Enthusiast | a Laboratory Technician.

            Siip, makasih infonya Feb. Tapi musim yang dimauin emang pas high season semua 😀

    1. Febry Fawzi – Seattle, WA – Febry is a travel enthusiast that has experience in marketing, content creation and curation, and editorial design. Studied Advertising at the University of Indonesia, with experience in established and startup companies, as well as extensive freelance work. Knowledgeable in digital media, the tourism industry, e-commerce, with a deep appreciation for music across all genres.

      maknyus pisan

  2. Pingback: Sekelumit Cerita dari Hanyu | TRIP TO TRIP

  3. Pingback: Memulai Ziarah pada Zaman Edo di Shimabuji | TRIP TO TRIP

  4. Pingback: TRIP TO TRIP

    1. Febry Fawzi – Seattle, WA – Febry is a travel enthusiast that has experience in marketing, content creation and curation, and editorial design. Studied Advertising at the University of Indonesia, with experience in established and startup companies, as well as extensive freelance work. Knowledgeable in digital media, the tourism industry, e-commerce, with a deep appreciation for music across all genres.

      jawab ga yah.. jawab ga yah… haha

  5. Danan Wahyu Sumirat – Indonesia – Travel Blogger yang tergoda membuat video narasi bertajuk Jalan2Cuap2. Sekarang lebih sering piknik cantik mengulik hotel dan tempat makan, dibandingkan backpacking ekstrim. Mau tempat makan atau hotel kamu direview dengan foto dan video ciamik? Hubungi saya :D.

    itu telanjang bulet semua ya? ga ada yg pakai underwear?

    1. Febry Fawzi – Seattle, WA – Febry is a travel enthusiast that has experience in marketing, content creation and curation, and editorial design. Studied Advertising at the University of Indonesia, with experience in established and startup companies, as well as extensive freelance work. Knowledgeable in digital media, the tourism industry, e-commerce, with a deep appreciation for music across all genres.

      telanjang, ada yg bulet, ada yg kotak, segitiga. haha gak boleh pake underwear bang..

      1. Danan Wahyu Sumirat – Indonesia – Travel Blogger yang tergoda membuat video narasi bertajuk Jalan2Cuap2. Sekarang lebih sering piknik cantik mengulik hotel dan tempat makan, dibandingkan backpacking ekstrim. Mau tempat makan atau hotel kamu direview dengan foto dan video ciamik? Hubungi saya :D.

        lega kalo kotak boleh… soalnya aku kotak 😀

  6. Halim Santoso – an Indonesia Travel Blogger, independent traveler share about the journey, adventure, travel photography, heritage, human interest, art, culture, and nature.

    Paling kecil 40 derajat celcius? bener-bener kudu dicoba nih hehe

    1. Febry Fawzi – Seattle, WA – Febry is a travel enthusiast that has experience in marketing, content creation and curation, and editorial design. Studied Advertising at the University of Indonesia, with experience in established and startup companies, as well as extensive freelance work. Knowledgeable in digital media, the tourism industry, e-commerce, with a deep appreciation for music across all genres.

      hehe iya 40 celcius, terus 41, 42.. adem bener deh..

  7. Feº A – Hello, blog ini merupakan catatan perjalanan keberbagai tempat yang pernah saya kunjungi sepanjang 30 tahun, sebagai rasa syukur kepada Tuhan yang memperkenankan saya melihat keindahan alam ciptaanNya , maupun karya manusia yang diberkati dengan kemampuan luar biasa diberbagai belahan dunia. Terimakasih untuk sobat Nin's Travelog yang membantu pembuatan blog ini, dan selalu menyemangati saya untuk berbagi pengalaman lewat tulisan, yang mungkin bermanfaat untuk 'independent travelers' lain. God bless....

    hehee, jadi pengen nyobain juga kalo kesana lagi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.