Jepang dan Perayaan Natal

Keyakizaka, Roppongi Hills

Tujuan saya memilih bulan November untuk datang ke Jepang adalah karena tergoda dengan dedaunan yang menguning dan memerah. Yep! Musim gugur! Namun kedatangan saya pada pertengahan November lalu ke Tokyo tidak hanya disambut pemandangan indah musim gugur, melainkan juga kemeriahan persiapan Natal. Loh? Kan mayoritas warga Jepang tidak memeluk agama? Iya, memang kalau tidak salah hanya 10% saja penduduk Jepang yang memeluk agama Kristen, namun yang namanya orang Jepang, mereka sangat suka selebrasi.

Minggu pertama saya di Tokyo, saya tinggal dengan seorang teman asli Jepang. Kemudian dia berpesan untuk mampir ke daerah Roppongi. Dia bilang akan ada illumination. Nah, apa itu illumination? Dulu teman saya di Kyoto juga bilang kalau November-Desember adalah bulan kesukaannya karena akan ada illumination di beberapa kuil. Nah jadi semakin penasaran, sebenarnya apa yang dimaksud dengan illumination.

Snow forest di Keyakizaka, terlihat di ujung Tokyo Tower dari kejauhan.

Kemudian, datang lah saya pada pukul 4 sore di Roppongi Hills, salah satu komplek perkantoran dan mall berkelas. Saat itu, sudah banyak orang ramai mengerubungi pohon natal di aula utama. Memasuki pukul 5 sore di mana pada musim itu langit sudah gelap, lampu-lampu di pohon natal tersebut mulai menyala dan beberapa kali berubah warna. Wow! Akhirnya saya melihat pohon natal sungguhan, biasanya hanya di dalam mall di Jakarta, itu pun cupu :p

Selanjutnya, saya bergerak ke Keyakizaka. Sebuah jalan yang diapit dengan mall-mall megah ini memberikan pemandangan spektakuler. Memang sudah setiap tahun Keyakizaka disulap menjadi kota salju, di mana ratusan ribu lampu LED berwarna biru menghiasi pepohonan di pinggir jalannya. Tahun ini merupakan tahun ke-10 nya Roppongi Hills menyelenggarakan illumination. Nah, pasti ada yang spesial, yaitu selama 10 menit setiap jamnya, lampu-lampu biru tersebut berubah warna menjadi merah.

Illumination di Tokyo Midtown

Cahaya biru ini bergerak-gerak dan kerap kali berubah warna.

Tak jauh dari Roppongi Hills, terdapat Tokyo Midtown. Sebuah tempat perbelanjaan dan pusat perkantoran ini juga menyelenggarakan illumination yang lebih spektakuler. Sepetak lapangan disulap menjadi taman cahaya selayaknya di negeri dongeng. Atraksi ini juga didukung dengan audio dan permainan konfigurasi cahaya. Sebenarnya paling seru dinikmati dari atas, namun biasanya tempat-tempat strategis tersebut sudah dipenuhi orang-orang sedari sebelum gelap. Jadi, untuk bisa menikmati di tempat yang strategis harus datang sebelum atraksi dimulai pada pukul 5 sore.

Illumination tak hanya ada di Tokyo, tetapi juga di kota-kota besar seperti Saitama, Chiba, Kyoto, Osaka, Kobe, dan banyak lagi. Saya pernah juga iseng melihat di Saitama city. Berhubung depresi mengendap di hotel, akhirnya saya naik kereta ke Saitama Shintoshin. Tak jauh dari stasiun Saitama Shintoshin, terdapat Blue Lights Symphony. Di dalamnya terdapat pepohonan yang disulap berwarna biru dan arena bermain anak-anak layaknya di negeri dongeng. Tak hanya itu, ada juga Christmas Market tempat membeli souvenir natal dan jajanan di tengah dinginnya malam.

Blue Lights Symphony di Saitama

Taman bermain layaknya negeri dongeng, Saitama.

Nah, jadi kalau bertanya mengenai waktu paling pas berkunjung ke Jepang, saya bisa sarankan untuk berkunjung pada pertengahan November hingga waktu Natal, yaitu 25 Desember. Selain pemandangan musim gugur yang indah, ada juga atraksi illumination yang sayang untuk dilewatkan. Selain itu, buat kamu yang suka membuat kartu Natal, tentunya foto-foto iluminasi di Jepang ini bisa jadi foto yang bagus untuk dijadikan kartu Natal.

-6.211544106.845172

18 tanggapan pada “Jepang dan Perayaan Natal”

  1. meidianakusuma – i'm just ordinary girl who live in extraordinary world.

    aaaaaa gue sukaa lampuuuuuuuuuuu :((
    mauuuuu
    *jadi inget dulu pernah maksa dianterin ke TMII gara2 ada pohon LED di mall depan hahahaha*

    dan kmrn pas ke KL ga sempet ke i-city Shah Alam :((

    1. Febry Fawzi – Seattle, WA – Febry is a travel enthusiast that has experience in marketing, content creation and curation, and editorial design. Studied Advertising at the University of Indonesia, with experience in established and startup companies, as well as extensive freelance work. Knowledgeable in digital media, the tourism industry, e-commerce, with a deep appreciation for music across all genres.

      hahaha di Green Terrace? itu deket banget rumah gue Mei.. iCity bagus deh kayaknya.. tapi kalo mau puas ya ke Jepang pas dekat Natal 😀

  2. Pingback: Bertamu ke Ikuta-Jinja dan Kitano-cho di Kobe | TRIP TO TRIP

  3. Timothy W Pawiro – I like to watch movies ... I like to listen to music and attend concerts ... I like to hang out with my friends ... I like to eat ... and I like nasi goreng kambing (lamb fried rice)!! Haha :D

    Wooww keren banget ya Feb, lampu2nya … Emang bener2 selebrasi ya dan digarap serius pulak ini …

    Cakep cakeeep … (bukan kamu Feb) *kabuuur*

    1. Febry Fawzi – Seattle, WA – Febry is a travel enthusiast that has experience in marketing, content creation and curation, and editorial design. Studied Advertising at the University of Indonesia, with experience in established and startup companies, as well as extensive freelance work. Knowledgeable in digital media, the tourism industry, e-commerce, with a deep appreciation for music across all genres.

      kebanyakan mall-mall sih Tim yg buat ini, untuk narik pengunjung, apa karena di sana mall kurang laku ya? di sini ga ada lampu2 bagus juga pada ngemall tiap hari hehehe

  4. cantik! di kota saya Shah Alam juga ada illumination, di i-City nama tempatnya. Tapi gak sama seperti di Jepang ini. Kelihatannya sungguh indah sekali!

    1. Febry Fawzi – Seattle, WA – Febry is a travel enthusiast that has experience in marketing, content creation and curation, and editorial design. Studied Advertising at the University of Indonesia, with experience in established and startup companies, as well as extensive freelance work. Knowledgeable in digital media, the tourism industry, e-commerce, with a deep appreciation for music across all genres.

      Ah! saya tahu iCity, Khai! Semoga next time bisa berkunjung ke sana, temani ya!

        1. Febry Fawzi – Seattle, WA – Febry is a travel enthusiast that has experience in marketing, content creation and curation, and editorial design. Studied Advertising at the University of Indonesia, with experience in established and startup companies, as well as extensive freelance work. Knowledgeable in digital media, the tourism industry, e-commerce, with a deep appreciation for music across all genres.

          jom lah jom :p semoga february bisa mampir. ada transit sebentar.

    1. Febry Fawzi – Seattle, WA – Febry is a travel enthusiast that has experience in marketing, content creation and curation, and editorial design. Studied Advertising at the University of Indonesia, with experience in established and startup companies, as well as extensive freelance work. Knowledgeable in digital media, the tourism industry, e-commerce, with a deep appreciation for music across all genres.

      buat visa gak ribet kok, mudah dan murah.

  5. Yuna – Banjarmasin.Samarinda.Sangatta.Bandung.Indonesia – Hi!!! I'm Yuna

    Kereeen banget, iyah katanya mereka kalo natalan penyambutannya heboh banget. one of best untuk spending winter dan natal… *beliuran*
    masih d Jepang Feb?

    1. Febry Fawzi – Seattle, WA – Febry is a travel enthusiast that has experience in marketing, content creation and curation, and editorial design. Studied Advertising at the University of Indonesia, with experience in established and startup companies, as well as extensive freelance work. Knowledgeable in digital media, the tourism industry, e-commerce, with a deep appreciation for music across all genres.

      beuh.. sebenernya heboh di perayaan aja sih, yang enggak beneran ngerayain natal. bener-bener ‘have fun’ sama atmosfir natalnya itu.

      1. Yuna – Banjarmasin.Samarinda.Sangatta.Bandung.Indonesia – Hi!!! I'm Yuna

        Iyah, itu maksudnya perayaannya ajah, cuma bersenang senang, beda makna emang buat mereka 😀

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.