Chichibu Night Festival Hall

Selamat datang di Chichibu Fetsival Hall
Selamat datang di Chichibu Fetsival Hall

Jepang ternyata tak hanya memiliki kuil-kuil cantik namun di dalamnya juga terdapat budaya apik. Nah, salah satu budaya Jepang yang setiap tahun diadakan di berbagai penjuru negeri adalah budaya mengadakan festival. Hampir setiap prefektur atau bahkan kota mempunyai festivalnya masing-masing. Salah satunya adalah kota Chichibu yang terletak di prefektur Saitama. Uniknya, festival di Chichibu ini diadakan pada malam hari, makanya festival tersebut bertajuk Chichibu Night Festival atau Yomatsuri.

Chichibu Yomatsuri, Yo berarti malam, dan matsuri sendiri adalah festival. Biasanya matsuri erat kaitannya dengan hanabi atau pesta kembang api. Nah, di Chichibu Yomatsuri ini pun ada atraksi kembang api yang katanya berlangsung 2 hingga 3 jam. Duarrr!!! pasti kece.

Sebelum datang ke Jepang, saya sudah sempat cari-cari informasi dan agenda festival yang akan berlangsung. Kebetulan banget, pas saya sedang di daerah Kanto, akan berlangsung Chichibu Yomatsuri ini, yang mana rutin diadakan pada 2 dan 3 Desember setiap tahunnya. Sayangnya, saya dijadwalkan untuk meliput daerah Chichibu ini pada awal November, maka bubar lah rencana untuk menyaksikan festival tersebut karena datang kecepatan.

Petunjuk jalan menuju Chichibu Festival Hall.
Petunjuk jalan menuju Chichibu Festival Hall.
Ruangan auido-visual
Ruangan auido-visual

Sewaktu saya sedang iseng jalan-jalan di tengah kota Chichibu, tak sengaja saya melihat plang jalan yang bertuliskan “Chichibu Festival Hall”. Semakin mendekat, terdapat suara-suara gemuruh dan hentakan musik-musik festival. Nah ini! Ini dia! ternyata di depan saya ini adalah semacam museum atau gedung pameran Chichibu Night Festival. Jadi walaupun kita tidak bisa menyaksikan festival ini secara langsung, namun kita dapat menyaksikan rekaman dokumenternya, merasakan suasananya, dan melihat koleksi-koleksi dari festival tersebut.

Bermodalkan 300 yen, saya membeli tiket masuk. Begitu masuk ke dalam, saya langsug digiring oleh pemandu untuk masuk ke ruangan audio-visual, di mana kita bisa menyaksikan film dokumenternya. Sayangnya, narasinya berbahasa Jepang dan tak ada subtitle. Walaupun begitu, saya masih bisa merasakan keseruan festival tersebut. Mulai dari arak-arakan tandu atau Yatai. Orang-orang lokal yang berbalut busana tradisional beserta make up layaknya Geisha. Tarian dan atraksi yang seru banget. Tak ketinggalan penampilan Hanabi, si pesta kembang api di malam hari.

Yatai yang pernah digunakan di Chichibu Night Festival
Yatai yang pernah digunakan di Chichibu Night Festival
Dekorasi dan detailnya laur biasa!
Dekorasi dan detailnya laur biasa!
Diorama di Chichibu Festival Hall
Diorama di Chichibu Festival Hall

Setelah puas menyaksikan film dokumenter, saya masuk ke ruangan eksibisi tandu-tandu (Yatai) yang pernah dan biasa dipakai dalam Chichibu Yomatsuri. Terdapat tiga Yatai yang memiliki dekorasi yang luar biasa. Di ruangan yang lain juga terdapat miniatur tandu-tandu lainnya. Selain itu kita juga bisa melihat pameran foto-foto dari festival yang pernah berlangsung. Dijamin bisa bikin hati meleleh ketika melihat foto kembang api dan kemeriahan festivalnya. Sebelum meninggalkan Chichibu Festival Hall, saya menjumpai bagian cindera mata. Nah, bagi yang mau buah tangan untuk dibawa pulang, terdapat beberapa souvenir lucu yang bisa dibeli.

Bagi yang ingin juga merasakan sensasi menghadiri Chichibu Yomatsuri, bisa datang ke museum ini kapan pun. Jika kamu berangkat dari Tokyo, cukup naik kereta JR Yamanote ke stasiun Ikebukuro, lalu naik kereta di jalur Seibu Ikebukuro menuju Seibu Chichibu. Terdapat kereta limited express (90 menit, 1370 yen) dan kereta express (100 menit, 750 yen). Setibanya di stasiun Seibu-Chichibu, kamu bisa naik bus apa saja yang ke Chichibu Station. Dari situ, kamu cukup berjalan kaki selama 3 menit.

Pameran foto Chichibu Yomatsuri
Pameran foto Chichibu Yomatsuri
Pemandu dan pengunjung di aula pameran.
Pemandu dan pengunjung di aula pameran.
Miniatur yatai yang pernah digunakan.
Miniatur yatai yang pernah digunakan.

 

 

You may also like

2 Komentar

  1. Udah liat jadualnya, sayang banget Desember, kayanay emnag ahrus bikin visa stay setidaknya 4 musim untuk bisa menikmati hingar bingar semua festival di Jepang ini, 🙂

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.