SWEET Cafe di Matsumoto

Salah satu hal yang membuat kantong saya bocor ketika bepergian di Jepang adalah jajan. Kafe lucu tersebar di mana-mana. Belum lagi cake, roti, dan cemilan yang menggoda mata. Saya memang paling tidak tahan kalau melihat makanan kecil seperti roti-rotian dan cake. Makanya ketika jalan-jalan di Nawate-dori, saya terpikat dengan salah satu kafe, yaitu Sweet Cafe. Tak hanya sekedar berdesain klasik namun kafe ini memang telah berdiri di sana sejak 100 tahun yang lalu.

matsumoto-sweet-cafe

Sebelumnya saya hanya berjalan-jalan di sekitar Nawate-dori, jalan tua yang cantik dengan berbagai macam toko. Saya melihat ada sebuah kafe bergaya ke-Eropa-an dan dari luar terlihat hangat. Maklum, saat itu suhu di Matsumoto sekitar 7-10 Celcius, ditambah hembusan angin sore yang semriwing merontokkan tulang. Kemudian saya berpikir “ah nanti deh, coba keliling dulu. Siapa tahu ada kafe yang lebih lucu”. Kemudian saya melanjutkan perjalanan ke Nakamachi-dori, sayangnya hati saya tetap terpikat dengan Sweet Cafe ini. Akhirnya saya kembali ke Nawate-dori dan masuk ke Sweet Cafe.

Kondisi kafe saat itu tidak ramai, hanya ada saya, pasangan bule, dan sepasang suami istri dengan dua orang anak. Saya langsung memilih tempat duduk. Kemudian disamperin oleh pelayannya. Saya langsung diberikan menu dan bilang kalau saya ingin melihat-lihat dulu menunya.

matsumoto-sweet-cafe-casier
Toko roti dan kasier SWEET Cafe
matsumoto-sweet-cafe-ddoor
knock.. knock.. Welcome to Sweet Cafe.

Sweet Cafe ini ternyata berasal dari Seattle, Amerika Serikat. Pertama kali buka di Nawate-dori, Matsumoto pada tahun 1913. Gila, udah satu abad umurnya! Sweet Cafe juga menjadi toko pertama yang menjual roti baguette ala Perancis di Nagano. Bisa dilihat dari umurnya, Sweet Cafe telah memiliki reputasi sebagai toko/pabrik roti berkualitas terbaik dan banyak memiliki pelanggan hotel dan restoran setepat.

Bagi yang butuh kehangatan dan ingin lebih nyaman bisa memilih tempat duduk di dalam namun bagi yang ingin merokok sambil menikmati klasiknya Nawate-dori maka tempat duduk di luar bisa digunakan. Kalau duduk di dalam, kafe ini terasa semakin klasik dengan diputarnya musik-musik klasik. Sementara itu, saya duduk di dekat jendela. Melihat orang seliweran dengan sepeda. Sejenak saya merasa sedang tidak di Jepang.

matsumoto-sweet-cafe-baguete-and-table
Interior di Sweet Cafe
matsumoto-zuppasoup-and-lonely-planet
Kuramuchaudā dan Lonely Planet Jepang.

Harga di kafe ini cukup terjangkau, mulai dari 300 yen hingga 800 yen. Hampir semua menunya menggiurkan namun saya hanya memesan Kuramuchaudā/クラムチャウダー. Roti perancis yang diisi soup krim kerang. Porsinya memang terlihat kecil namun cukup mengenyangkan. Harganya 380 yen. Saya memang sengaja memesan makanan yang tidak terlalu mahal, selain ingin menghemat karena berencana untuk makan di Cho Bali Bali di Nagano nanti.

Kalau pengunjung penasaran dengan cara membuat roti di sini, cukup menengok ke dapurnya yang juga berada di lantai satu. Di lantai itu juga terdapat toko roti yang bisa dibawa sebagai oleh-oleh. Pokoknya bagi siapapun yang berkunjung ke kota Matsumoto, wajib banget mampir ke sini. Ada banyak menu yang mesti dicoba, mulai dari sandwich, pancake, croissant, dan berbagai jenis roti.

SWEET Cafe (スヰト 縄手本店)
Alamat: 4-2-12, Ote (Nawate Street) 15 menit jalan kaki dari stasiun Matsumoto
Website: http://www.sweet-bakery.co.jp/com/
Jam buka: 9:00-18:00
Tutup: 1 Januari

***

Kota Matsumoto terbilang cukup strategis. Terdapat beberapa alternatif transportasi dari kota-kota besar seperti Nagano, Tokyo, Nagoya, Kyoto dan Osaka.

Tokyo: Naik kereta Azusa atau Super Azusa, yaitu kereta limited express yang berangkat dari stasiun Shinjuku. Waktu tempuh adalah 2 jam 40 menit dan harga tiketnya adalah 6200 yen untuk non-reserved dan 6700 yen untuk reserved seat. Terdapat satu hingga dua kereta setiap jamnya. Dengan kereta kelas biasa (local) kamu bisa naik JR Chuo Line dengan waktu tempuh 5 jam, tiga kali transit, dan berbiaya 3610 yen. Alternatif lain adalah dengan bus. Keio Highway Bus Terminal di Shinjuku dengan keberangkatan 1 jam sekali. Satu kali perjalana memakan waktu 3 jam 10 menit, berbiaya 3400 yen. Untuk tiket pulang pergi bisa lebih ekonomis yaitu hanya 5950 yen.

Kyoto/Osaka/Nagoya: Baik dari Kyoto maupun Osaka, kamu bisa naik JR Tokaido Shinkansen dari Shin Osaka atau Kyoto Station menuju Nagoya. Waktu tempuh sekitar 1 jam. Dari Nagoya, kamu bisa naik JR Shinano limited express menuju Matsumoto. Waktu tempuh 2 jam, dengan keberangkatan 1 kali setiap jamnya. Bisa juga dengan bus dari Osaka/Umeda station menuju Matsumoto, waktu tempuh 5,5 jam, berbiaya 5700/10.00 yen (one way/return).

Nagano: Paling mudah memang akses dari kota Nagano. Cukup naik kereta Shinonoi Line atau Shinano limited express.

You may also like

15 Komentar

  1. Maaf mau tanya, kalau dari matsumoto ingin ke lake kawaguchi apakah harus baliknke tokyo dulu atau bisa ada jalur langsung? Terimakasih

  2. Banget, makanan di Jepang sangat menggoda iman, dari cemilan ampe yang menu utama…temen jalan gw waktu itu aja ampe heran kenapa selera makan gw yg udah dahsyat jadi nambah dahsyat,,belum lagi ditambah display-nya yang oke punya.
    By the way, gw gak pernah berusaha coba makanan selain makanan Jepang selama di sana, tapi,,kalo tokonya begini dan harganya seperti yang disebutin, siapa yang gak tertarik??/ ehm…

    1. Jepang kan sangat terobsesi Eropa terutama Perancis dan Paris. Jadi buanyak bgt tersebar bakery gitu dan nyum nyum sedap abis.
      Berhubung gue sebulan yak jadi gue bosen makanan Jepang. hehe gue malah makan pizza sama indian food.

      1. Ow, begitu, info baru, kekekekeke (suka Jepang luarnya aje gw yaksss)…
        Aw, sebulan mah emang kalo itu terus kayanya perlu selingan. 😀 😀

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.