Tips Jalan-jalan: Investasi di Backpack

Banyak yang suka bertanya “kok sering jalan-jalan sih?” lalu saya menjawab “ya karena jalan-jalan gak perlu mahal” yang kemudian disusul pertanyaan “terus gimana caranya bisa jalan-jalan murah?”. Pertanyaan semacam ini sering banget saya dapati dan sebenarnya saya sudah menuliskan bagaimana saya merencanakan sebuah perjalanan sehingga menjadi efektif dan bersahabat di kantong. Oleh karena itu, kali ini saya tak lagi menuliskan mengenai bagaimana merencanakan sebuah perjalanan namun saya akan memberikan sedikit tips perjalanan untuk sedikit menghemat biaya jalan-jalan.

Salah satu yang paling esensial dalam perjalanan adalah soal biaya transportasi, salah satunya adalah biaya penerbangan. Oh thanks God! sekarang sudah ada segudang penerbangan murah atau budget airlines yang senantiasa mengantarkan setiap pelancong yang ingin melihat dunia lebih luas lagi. Bicara mengenai penerbangan, selain mencari tiket promo, ada satu kiat lagi agar biaya transportasi lebih murah yaitu dengan tidak membeli bagasi di pesawat. Lumayankan bisa menghemat 100-300ribu rupiah. Untuk itu, satu kuncinya yaitu kamu harus mau menginvestasikan uang kamu ke satu barang yang sangat esensial ini; tas atau backpack.

Barang bawaan ke Jepang untuk sebulan

Saya tak memiliki backpack yang besar berpuluh-ratus liter layaknya pendaki yang ingin naik gunung Himalaya atau Jayawijaya namun saya hanya cukup memiliki satu backpack fancy yang bisa membawa barang-barang seperti pakaian untuk seminggu, kamera, laptop, dan printilan lainnya. Kenapa backpack fancy? Meskipun namanya backpacker atau budget traveler namun saya tetap mementingkan gaya. Selain gaya, saya tak butuh ransel super besar karena tujuannya agar bisa masuk bagasi kabin pesawat, hal ini yang membuat saya tak perlu membeli bagasi. Untuk masuk bagasi kabin, tas harus dalam ukuran yang wajar sehingga tidak kena ‘tilang’ sewaktu check in.

Untuk itu, dengan senang hati saya menginvestasikan uang saya untuk membeli sebuah backpack fancy yang pastinya tak hanya keren dan kece namun juga kuat dan tahan lama. Saya jatuh hati oleh backpacknya Herschel *pake banget*. Bisa dilihat sendiri koleksi tas Herschel ini, dijamin bikin ngiler banget. Ya memang sih harganya bisa bikin kantong kering, namun melihat gaya atau fashion-nya yang sangat keren, dijamin durabilitasnya tinggi dan gak kemakan zaman. Tak hanya buat jalan-jalan, tentunya tas-tas Herschel ini juga bisa dibawa hang out, kuliah, atau ngantor. Jadi, yuk berinvestasi dengan fancy backpack!.

29 tanggapan pada “Tips Jalan-jalan: Investasi di Backpack”

  1. aaaakkkkkk Herschel, suka banget sama desainnya,
    gue ga punya backpack terlalu besar karena emang backpack yg dipake buat trip biasanya cuma buat bawa barang2 penting doang, sisanya di koper 🙂
    *maklum bahunya ga kuat bawa berat2* *faktor…* hahaha

  2. Ituu kenapa foto barang bawaan ada celana dalam nampang? *salah fokus* 😀
    Sampai sekarang masih bingung cari ransel yang pas buat jalan, lihat Herschel ini kok jadi kepingin *brb cek situs Herschel*

  3. Pingback: Belanja Daily Backpack | Nonikhairani

  4. Ah Fbery,
    udah lama gak update, ini banget yang gw cari, backpack dengak parameter di atas, bisa muat banyak, masuk kabin, dan tetap gaya, thanks bagi-bagi infonya.

    *meluncur ke website Herschel* 😀

    1. hihihi iya nih Yuna, belom sempet lanjutin cerita Jepangnya yang masih banyak itu. Buat selingan (dan iklan dikit:p) ya nulis ini. Syukur kalo berguna.. Ditunggu foto-foto kecenya dengan backpack kece.

      1. Iyah, lagi sibuk kerja yah Feb?
        gw juga nih, lama banget gak posting dan blogwalking, ah kerjaan menumpuk, udh mau buat visa JEpang lagi, doakan berhasil kali ini dan melihat Autumn! Uh yeah! 😀

    1. alat mandi + handuk + kabel2 + 5 helai baju + 3 celana + stok underwear + laptop hahaha dipaksa masuk sih. Gak tahu kalo cewek gimana mba.. entah pakaiannya bs lebih rempong atau malah lebih minim..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.