Mau ke India? Cek Dulu Cara Membuat Visa India Ini!

Sebelum pergi ke India, saya punya waktu sekitar 2 bulan untuk mempersiapkan trip ini. Tentu selain pesawat pulang pergi, transportasi antar kota, dan penginapan selama di India, saya juga memikirkan bagaimana caranya mendapatkan visa India. Jadi semenjak tahun 2011 lalu, India telah memberlakukan visa on arrival untuk turis Indonesia yang ingin melancong di India. Meskipun begitu, banyak juga yang lebih memilih untuk mengurus visa mereka di kedutaan besar India di Jakarta. Mengapa? Nah, di sini saya akan memberikan perbandingan-perbandingannya. Kamu bisa pilih sendiri cara mana yang paling cocok.

IMG_20150209_193029
Paling esensial nih! Dua wajah paspor Indonesia. Kebetulan saya baru ganti paspor ๐Ÿ˜€

Mengurus Visa India di Kedutaan Besar India di Jakarta

Setelah beres mengurus hampir seluruh tiket kereta dan pesawat di dalam India serta memesan penginapan, sebulan sebelum keberangkatan saya langsung memikirkan bagaimana cara mendapatkan visa India. Awalnya saya ingin mengurusnya langsung via online saja yang berarti mengambil visa on arrival (VOA) karena tak perlu mengurus banyak dokumen dan kebetulan juga saya tinggal di Bandung sehingga mager ke Jakarta. Kemudian setelah dihitung-hitung, sepertinya akan lebih murah jika mengurusnya langsung di Jakarta. Biaya VOA India yang didaftarkan via online adalah 60 USD, yang mana kondisi mata uang rupiah terhadap USD saat itu sangat buruk, sekitar 12.900 (dan masih gak tahu di masa depan akan lebih mahal atau malah kembali ke 9000 rupiah, aamiinin aja).

Kali ini saya bepergian tak sendiri, melainkan bersama dua orang teman kantor. Kami bertiga berembuk untuk memilih urus visa di Jakarta. Jadi saya diutus sebagai orang yang akan membuatkan visa bagi kedua teman saya karena kebetulan saya memang asli Jakarta, jadi urusan nginep-nginep gak ribet dan gak perlu bolak-balik Bandung lagi untuk mengirim berkas dan mengambil visa yang telah jadi.

Oke, jadi biaya pembuatan visa India di kedubes India yang berada di kawasan Kuningan itu adalah Rp 492.000, dari informasi yang saya dapat bahwa pembuatan bisa India adalah sehari jadi, jadi jika membuat hari Jumโ€™at maka hari Senin sudah jadi.

Berhubung kami ingin murah, jadilah kami patungan biaya travel dan lain lain dan saya jadi agen pembuat visanya. Sebelum berangkat ke Jakarta, kami sudah menyiapkan berkas-berkas, seperti:

  1. Paspor dengan masa berlaku tak kurang dari 6 bulan
  2. Formulir visa yang MESTI diisi secara online di indianvisaonline.gov.in kemudian hasil formulirnya bisa diunduh dan dicetak
  3. Tentunya melampirkan tiket pesawat pulang-pergi
  4. Ada pas foto seukuran foto di paspor, kalau saya waktu itu 5cm X 5cm dengan latar foto putih
  5. Cetak rekening Koran
  6. Di websitenya sih dibilangin mesti ada surat undangan/sponsor namun bisa diganti dengan bukti reservasi hotel selama di sana
  7. Tak ketinggalan rencana perjalanan atau itinerary selama di India, tak perlu detail, paling tidak nama kota dan tanggal kunjungan.

Jumat pagi itu saya masih santai menyiapkan dokumen-dokumen pribadi saya. Baru 6 bulan tinggal di Bandung, saya lupa kalau pagi-pagi hari kerja itu Jakarta macet banget. Jadilah saya kebirit-birit, mulai dari nge-print dokumen yang belum lengkap hingga pergi ke bank untuk cetak buku tabungan. Untunglah setelah lari-lari, saya tiba di kedubes India pada pukul 11.45. Sementara ituโ€ฆ kedubes India tutup pukul 12.00 untuk pembuatan visa (buka dari jam 9.15).

Ketika tiba di security check tas kita akan dititip, termasuk juga dengan handphone. Jadi hanya membawa berkas dan dompet saja. Kalau tidak mau lari-lari ke ATM, jangan lupa membawa uang kas sejumlah Rp 492.000 untuk membayar visa.

Ketika masuk ke dalam ruangan urusan visa, saya langsung disuruh bergerak cepat karena memang pengunjungnya hanya tinggal saya. Kantor pun akan segera tutup jam 12 nanti. Ketika tiba di depan loket dan hendak memberikan berkas, si bapak India pengurus visanya bilang โ€œwhere is your other two friends?โ€

โ€œoh they donโ€™t come, sirโ€

โ€œwhy?โ€

โ€œI thought that they donโ€™t need to come to apply visa, sirโ€

โ€œno! you must have photograph in here and also your finger print!โ€

AIIIHHH MATEK! Dari blog-blog dan website kedubes, saya tak menemukan atau tak engeh ada urusan foto-foto dan finger print segala. Akhirnya saya hanya memasukkan aplikasi saya saja. Niat berhemat malah gagal!

Proses pengajuan cukup cepat. Bapak India tadi memeriksa dokumen saya, jika lengkap saya langsung disuruh ke loket sebelah untuk membayar biaya visa. Sialnya tak ada mesin gesek-gesekan atau debit/credit. Jadilah saya lari dulu ke ATM. Untungnya si mbak penjaga kasiernya baik karena mau menunggu hingga jam 12.15.

Ketika selesai membayar, saya menerima nota pembayaran yang di situ tertera tanggal pengambilan. Saya kaget karena pembuatan visa ini membutuhkan waktu 3 hari. Akhirnya justru saya mesti balik lagi ke Bandung untuk bekerja di hari Senin dan balik ke Jakarta lagi pada hari Selasa untuk mengambil visa *tepok jidat

Yeaah dapet sticker pertama di paspor baru
Yeaah dapet sticker pertama di paspor baru

Tak punya waktu? Urus eVOA aja!

Kembali ke Bandung, saya membawa kabar yang memang tak mengenakan bagi kedua teman saya. Alhasil karena memang sudah H-1 minggu sebelum keberangkatan, saya menyarankan kedua teman saya untuk mengurus eVOA saja.

Untuk urusan praktis memang saya akan memilih untuk membuat eVOA. Hanya butuh mengisi formulir online, meng-upload foto dan paspor, lalu membayarnya dengan credit card. Biaya visa pun 60 USD jadi bagi kamu yang tak tinggal di JABODETABEK, biaya ini bisa jadi lebih murah ketimbang mengurus langsung di Jakarta yang mana memakan biaya dan waktu.

Setelah mengisi formulir dan mengonfirmasi, kita akan dikirimkan email seperti ini.
Setelah mengisi formulir dan mengonfirmasi, kita akan dikirimkan email seperti ini.
  1. Langkah pertama adalah membuka situs indianvisaonline.gov.in/visa/tvoa.html
  2. Kemudian isi formulir, pastikan semua data terisi dengan benar. Jangan lupa untuk screen capture atau catat nomor seri pendaftaran yang biasa tertera di bagian paling atas. Nomor seri itu berguna bagi kamu yang ingin melanjutkan pengisian formulir, ya kalau-kalau hilang koneksi atau perlu melihat dokumen-dokumen.
  3. Setelah isi formulir, kamu bisa meng-upload foto dengan berlatar putih. Tak lupa juga scan paspor halaman identitas dan upload di halaman terakhir.
  4. Setelah konfirmasi, kamu bisa langsung membayar visa sebesar 60 USD dengan menggunakan credit card visa atau mastercard.
  5. Pantau terus email karena dari situ akan diberitahukan mengenai perkembangan. Memang akan disuruh menunggu selama 72 jam namun biasanya persetujuan atau visa granted dengan waktu tak lebih dari 24 jam.
Voila! visa is granted. Pemberitahuan setelah visa disetujui.
Voila! visa is granted. Pemberitahuan setelah visa disetujui.
Ini dia tampilan stempel dari Tourist VOA di bandara Hyderabad, India
Ini dia tampilan stempel dari Tourist VOA di bandara Hyderabad, India

Note:

  • Jika ingin membuat visa di kedubes India, selalu cek jadwal mereka baik di website maupun telepon (021-29023359)
  • Banyak yang bilang bahwa kelemahan eVOA India adalah jumlah antrean yang panjang setibanya di bandara. Bagi saya itu tergantung bandara tujuan dan juga waktu ketibaan. Ketika saya tiba di Hyderabad, kebetulan jadwal pesawatnya tiba tengah malam. Tak ada antrean bagi kedua teman saya.
  • Kalau tidak salah, paling lambat pembuatan eVOA adalah 4 hari sebelum keberangkatan karena sistem di website menyuruh kita paling lambat untuk melakukan pembayaran 3×24 jam sebelum keberangkatan.
  • Di kolom โ€˜sponsor/guarantorโ€™ di formulir visa, kamu bisa mengisikan nama, nomor telepon, dan alamat penginapan kamu di kota ketibaan atau di kota lain yang akan kamu datangi.
  • Mesti lampirkan rekening koran? Gak usah khawatir! Sepertinya sih mereka tak terlalu melihat isi rekening, mungkin mereka hanya ingin tahu sirkulasi kas yang ada di dalam rekening kamu. Soalnya, isi rekening saya itu โ€ฆ ah sudahlah

Jika ada yang kurang jelas atau kebingungan atau mau sharing pengalaman bikin visa, silahkan isi di komentar. Semoga berguna ๐Ÿ™‚

Iklan

233 thoughts on “Mau ke India? Cek Dulu Cara Membuat Visa India Ini!

  1. hallo makasih banyak atas informasinya jika berkenan saya minta contac person. ini pertama kami mau berlibur ke india saya jarang liat email. nizma whatsapp saya 085285585501. semoga kita bisa menjadi teman baru salam kenal.

  2. Aslmkm…saya mau nanya nih sist…brapa ongkos pesawat yg sist tumpangi dr indo k india dan dari india k indo…makasi banyak jwban nya..

  3. Halo, saya mau tanya nih. Saya kan sudah 2x apply eTV granted bulan Mei dan Juli 2016 saya berangkat ke India. Saya rencana mau ke India lagi akhir Februari tahun ini. Kira2 saya bisa apply eTV lagi atau harus apply ke embassy di Jakarta ya? Terimakasih untuk jawabannya.

  4. Terima kasih ulasanya…kak….
    Kalau kita ingin urus visa by online sementara kita tidak punya credit card bagaimana.
    Kapan.lagi berkunjung ke india….nebeng dong..
    Maskapai apa yang baik untuk perjalanan ke india.
    Kalau kedatangan kita di Hydarabad airport.
    Apakah pulangnya juga harus dari airport yg sama.
    Pls balas kakak.thank u

    1. Halo Jasmine,

      Kalau tidak ada, mungkin bisa cari pinjaman ๐Ÿ™‚

      Belum tau kapan lagi ke India hehe

      Untuk maskapai, AirAsia enak kok. Dari Kuala Lumpur ada berbagai macam destinasi. Ada juga Malindo.

      Sementara itu Garuda Indonesia baru buka rute ke India dari Jakarta.

      Kalau datang ke Hyderabad gak mesti pulang dari kota yang sama.

  5. Hi, saya mau tanya untuk apply evisa, apakah harus attach ticket pesawat & voucher hotelnya juga?
    Belum beli tiket, karena takut visa / e-visa nya tidak di approve ๐Ÿ˜€

  6. Halo mas..

    Kalau boleh tau, saat teman mas tiba di airport di India, selain evisa notif di email dan passport apakah ada dokumen lain yg diminta petugas counternya?

    Thanks

  7. mas utk penerbangan hrus transit ke KL ya? apa g ada pesawat langsung dr jakarta ke Hyderabad?, utk visa atw VOA ttp bayar dong ya WNI mau kesana, beda dengan wrga negara india dtg ke indonesia mereka free bayaran apapun.

    1. Kayaknya gak ada tuh direct ke Hyderabad. Tapi mungkin kalau mau direct, kayaknya Garuda baru buka rute ke New Delhi. Bisa coba dilihat.

      Iya.. Emang mesti bayar, mau itu apply di kedubes atau eVOA. Ya moga ke depannya bisa free visa buat WNI, biar reciprocal gt.

  8. Namaste Bhai…..

    Kalau tabungan dibawah 6jt, dan saya baca dari komen abang yg lain apa harus ada credit card??
    Credit card ada, tp gaji dibawah 6jt, apa bs di mohon visanya bang????

    Makasih bang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s