Cara Menuju Anuradhapura dari Colombo Airport

Dengan tibanya saya di Bandaranaike International Airport, resmi sudah pengembaraan saya di Sri Lanka dimulai. Kebetulan jadwal pesawat saya cukup enak, berangkat pagi jam 8.30 dari Kuala Lumpur dan tiba di Colombo pukul 9.30. Nah di sini saya akan memberikan tips dan pengalaman saya menuju Anuradhapura dari Bandaranaike International Airport.

Tidak ada imigrasi yang menyeramkan di bandara ini. Ketika berdiri di depan petugasnya, saya pun tak dimintai bukti bahwa visa saya sudah di-approve. Mungkin karena semuanya online jadi passport dan visa saya sudah terdeteksi.

Begitu keluar imigrasi, langsung ada bagian toko-toko Duty Free. Anehnya.. ini pertama kali saya menemukan toko Duty Free di bandara, berisi toko-toko elektronik! Mungkin karena banyak orang Sri Lanka yang jadi pekerja di luar negeri, jadi ketika mereka pulang kampung, mereka bisa langsung beli peralatan elektronik dari bandara yang mana Duty Free.

DSCF0637

Begitu keluar dari bandara, saya langsung pergi ke money changer. Kalau biasanya males menukar uang di bandara karena takut mahal, sepertinya di Sri Lanka ini rate di bandara dan di luar akan sama saja. Setelah punya uang Sri Lanka Rupee, saya langsung pergi ke booth Dialog, salah satu provider yang mempunyai paket khusus turis. Harganya 1350 rupee untuk kuota 5gb.

Begitu keluar dari bandara, udara panas mulai terasa menyengat. Anehnya.. tak banyak orang menghampiri untuk menawarkan tuktuk atau taksi. Ada beberapa tapi tak segila Indonesia. Saya sempat keliling dan tengok sana-sini untuk mencari bus menuju Negombo. Loh? Kenapa Negombo? Jadi.. Bandaranaike International Airport (BIA) itu letaknya sekitar 30 km dari Colombo. Sementara kota besar terdekat dengan BIA adalah Negombo. Dari Negombo Bus Terminal, kita bisa naik bus dengan destinasi kota-kota besar seperti Kandy, Jaffna, Kurunegala. Nah.. dari supir tuktuk yang mengantar saya ke Negombo, saya bisa naik bus tujuan Kurunegala lalu lanjut naik bus lain tujuan Anuradhapura.

DSCF0628

Alternatif lainnya untuk ke Anuradhapura, kamu bisa ke Colombo dulu baru naik bus langsung ke Anuradhapura. Waktu kemarin, saya agak males untuk ke Colombo dulu karena rasanya agak makan waktu. Belum lagi, di terminal bus Colombo nanti pasti lebih tumpah ruah.

Tips: Kalau mau menghemat waktu, dari BIA kamu bisa naik tuktuk ke Negombo. Jaraknya sekitar 10 km dan dapat ditempuh dalam waktu 20 menit. Kemarin saya naik tuktuk dengan tarif 700 rupee. Itu pun setelah tawar-menawar dari 1200 rupee.

Screen Shot 2016-05-20 at 11.49.41 PM

Kelihatannya sih deket, tapi perjalanan ke Anuradhapura ini beneran melatih kesabaran. Pada 4 jam pertama, bus melaju dengan kecepatan standar dan banyak berhentinya. Kebetulan, handphone saya baterainya lemah, jadi saya matikan. Kalau tidak, saya akan mengecek lokasi setiap menitnya.

Situasi bus di Sri Lanka itu mayoritas tidak ber-AC. Padahal bus ini antarkota antarprovinsi loh! Tapi bus ini rasanya seperti bus kota yang jalannya santai dan berhenti di sana sini. Tarifnya sih memang murah banget. Untuk perjalanan sekitar 100 km dan menempuh waktu 4 jam, saya hanya membayar 97 rupee, atau ya.. sekitar Rp 9,000!

A photo posted by Febry Fawzi (@triptotrip) on Apr 29, 2016 at 7:27am PDT

 

Setibanya di Kurunegala, rasanya saya sudah mau nyerah. Sayangnya, tak bisa menyerah di tengah jalan karena perjalanan memang harus dilanjutkan. Untuk mengisi ulang tenaga yang habis dihisap bus panas yang lelet, saya mencari makan siang dulu.

Tak banyak yang bisa dilihat di pusat kota Kurunegala. Kotanya memang terlihat sibuk namun sangat ‘pecah’. Maksudnya, sangat padat dan ramai. Ya mungkin karena saya turun di terminal bus yang dikelilingi oleh pasar.

Tea time during lunch. These Sri Lankan ladies seems chill yet busy on the same time.

A photo posted by Febry Fawzi (@triptotrip) on Apr 29, 2016 at 7:30am PDT

 

Berhubung saya mau secepatnya sampai di Anuradhapura, maka saya gak pake lama di Kurunegala. Energi sudah terkuras dan masih harus menempuh perjalanan sekitar 100 km lagi. Estimasi saya, saya akan tiba di Anuradhapura sebelum gelap.

Untungnya, perjalanan lanjutan saya ke Anuradhapura ini cukup beruntung. Memang ketika naik bus penuh, tapi justru membuat bus ini terus ngebut dan gak berhenti-berhenti untuk mencari penumpang. Soal fasilitas, ya sama.. bus nya gak AC tapi bus ini punya hiburan berupa TV layar datar dan speaker super keras. Video yang diputar? Beuh.. music video khas Sri Lanka. Yang meskipun kamu gak tau arti dari liriknya, tapi pasti bakalan ngerti dari cerita di videonya. Cukup menghibur! haha

Ya dasar sudah capek, akhirnya setengah perjalanan diisi dengan tidur-tidur ayam. Tak terasa waktu mau menunjukkan pukul 5 sore. Kemudian si kondektur menyuruh saya bersiap-siap karena sedikit lagi turun di Anuradhapura.

Dari hari pertama dengan perjalanan jauh ini, saya bisa menyimpulkan bahwa Sri Lanka adalah negeri yang orang-orangnya ramah. Tidak saya jumpai pengamen atau orang-orang ngeselin selama perjalanan di bus. Meskipun jalannya lama dan sering berhenti tapi perjalanan dengan bus ini masih bisa ditolerir lah.

You may also like

9 Komentar

  1. Selalu suka dengan gaya kakak bercerita bukan hanya sekedar memberi pengalaman & tips tp seakan-akan saya jg ikut dalam perjalanan itu & merasakan apa yg kakak rasakan. Pengen bgt kayak kafebb jalan2 trs huhu, doakan bisa mengikuti jejak kakak ya🙏🙏

  2. Wah berarti kalau kesana jangan pas matahari ada di selatan bumi ya Feb, bisa-bisa ‘basah abis’ naik bus tanpa AC. Memang gak ada bus ber-AC atau gimana?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.