Jalan-jalan ke Little England of Sri Lanka, Nuwara Eliya

Ada beberapa kota yang menjadi primadona di kawasan Hill Country of Sri Lanka, misalnya Ella, Hikkaduwa, Haputale, dan yang kali ini akan saya datangi adalah Nuwara Eliya. Nuwara Eliya sering kali dibilang sebagai ‘Little England’ di industri pariwisata Sri Lanka. Kenapa? Pemandangan yang damai di dataran tinggi, penuh dengan warna hijau yang menenangkan dan tak ketinggalan bangunan-bangunan kolonial. Memang cukup sureal karena pemandangan a la pedesaan Inggris ini bercampur dengan kearifan lokal berupa tuktuk yang berseliweran, kotoran kuda yang bisa dijumpai di beberapa sudut jalan, dan kedai-kedai lokal. Tapi.. saya suka sekali dengan Nuwara Eliya.

Race Course di tengah kota Nuwara Eliya
Pemandangan menuju Nuwara Eliya

Nuwara Eliya sendiri berarti City of Light, merupakan sebuah tempat kabur para kolonial Inggris yang ingin merasakan udara sejuk setelah capek bekerja di industri teh Sri Lanka. Bisa dibilang memang Nuwara Eliya adalah destinasi yang tepat untuk beristirahat dan bersantai setelah capek hiking ke Adam’s Peak atau bosan dengan pemandangan perkotaan dan bosan dengan teriknya Colombo atau Anuradhapura.

Bagaimana Cara ke Nuwara Eliya?

Stasiun Nanu Oya
Bus merah layaknya di London, Inggris

Nuwara Eliya dapat ditempuh dalam waktu kurang lebih 3 jam dari Kandy. Ada beberapa cara misalnya dengan naik kereta, bus, menyewa mobil atau motor. Saya memilik kereta demi mendapatkan pemandangan yang menakjubkan.

Kereta dari Kandy ke Nanu Oya

Kalau ingin naik kereta ke Nuwara Eliya, memang kamu gak bisa langsung turun di Nuwara Eliya. Ada satu stasiun terdekat dari Nuwara Eliya yaitu Nanu Oya. Jarak dari Nanu Oya ke Nuwara Eliya hanya sekitar 7-8 km saja kok. Untuk jadwal kereta bisa dilihat pada gambar di bawah ini. Saran saya sih gak perlu booking terlebih dahulu, ya kecuali pada saat high season. Waktu kemarin saya sempat booking tiket kereta dari Kandy ke Nanu Oya dan harganya sekitar 600 LKR (kelas 2) sementara kalau beli langsung di hari keberangkatan hanya 150 LKR (kelas 2). Waktu tempuh dari Kandy ke Nanu Oya sekitar 4 jam.

Dari Stasiun Kereta Nanu Oya ke pusat kota Nuwara Eliya, kamu bisa naik bus yang hanya bertarif sekitar 80 LKR. Kamu juga bisa naik tuktuk, biasanya sih harga nego, sekitar 500 LKR.

Menginap di Nuwara Eliya, Sri Lanka

Blue Wing Inn, Nuwara Eliya

Tenang.. Nuwara Eliya tidak begitu pelosok yang kamu bayangkan. Sudah ada banyak penginapan di sini. Menurut saya Nuwara Eliya ini mirip-mirip dengan Dieng di Wonosobo. Kamu bisa menemukan banyak guesthouse dan bahkan sudah bisa dibooking di website seperti booking.com

Waktu itu saya menginap di Blue Wing Inn yang saya booking lewat booking.com. Ternyata biasa penginapan di Nuwara Eliya ini lumayan lebih mahal dibanding kota-kota lain yang pernah saya singgahi. Masih sekitar 3000 – 4000 LKR per malam sih tapi kalau sendirian kan ya lumayan. Sementara tarif segitu bisa untuk dua malam di Anuradhapura atau di Kandy. Penginapan saya ini lokasinya bukan di pusat kota Nuwara Eliya melainkan di sebuah kawasan dekat danau Gregory. Sekitar 2 km dari pusat kota. Tapi saya bisa merekomendasikannya ke kamu karena pada lokasi ini ada banyak guesthouse sejenis dan tempatnya memang tenang banget.

Ngapain aja di Nuwara Eliya?

Pedro Tea Estate

Nuwara Eliya juga sering disebut sebagai tea capital dari Sri Lanka. Tak heran, dari mulai perjalanan menuju ke Nuwara Eliya pun kita sudah jauh-jauh disajikan oleh pemandangan hijau perkebunan teh. Mungkin kalau kamu ke sini bakal diledekin sama temen “ih kok kayak di Puncak?”. Well.. wawasan mereka kurang luas. Sri Lanka adalah salah satu negara penghasil teh terbesar di dunia. Teh Sri Lanka juga terkenal akan kualitasnya. Pasti kamu penasaran kan bagaimana perkebunan tehnya dan pastinya juga seru untuk mengamati para pemetik tehnya. Ada satu tempat di Nuwara Eliya yang bisa kamu kunjungi yaitu Pedro Tea Estate. Jaraknya sekitar 3,5 km sebelah timur Nuwara Eliya. Kamu bisa mengambil tour ke pabrik tehnya juga yang dibangun pada tahun 1885 dan masih menggunakan mesin dari abad ke-19.

Lake Gregory

Yang satu ini cukup dekat dari tempat saya menginap. Saya sempat jalan di sini sore-sore saat udara mulai tambah dingin dan sejuk. Di danau ini ada juga sejenis theme park kecil-kecilan, ya semacam hiburan di pasar sekaten atau pasar malam gitu. Kalau kamu males, juga bisa duduk-duduk aja di pinggirnya sambil menikmati angin sore, bengong, duh enak banget.

Victoria Park

Kayak pernah denger namanya, mungkin karena bekas jajahan Inggris jadi nama ini cukup umum dipakai. Gak hanya ada di Hong Kong, Victoria Park di Nuwara Eliya ini kalau yang saya baca di Lonely Planet adalah taman terbaik di Asia Selatan? Percaya?

Berdasarkan pengalaman saya sih.. ya tamannya biasa aja. hehe Tamannya tergolong bersih dan enak buat berpiknik gitu. Ditambah dengan udara dari Nuwara Eliya yang sejuk meski di siang hari. Koleksi bunga di sini memang tak terlalu banyak namun cukup rapih dan indah. Biaya masuknya sekitar 300 LKR.

Di bawah ini peta ‘walking tour’ Nuwara Eliya yang saya lakukan:

Jalan-jalan di Nuwara Eliya

Salah satu bangunan kolonial yang dapat dijumpai

Nuwara Eliya sendiri merupakan sebuah kota yang kecil. Berada di ketinggian 1868 meter di atas permukaan laut, membuat Nuwara Eliya menjadi tempat yang sangat sejuk, rata-rata suhunya pun sekitar 15-17 derajat celcius. Saya sangat menikmati jalan kaki di Nuwara Eliya. Di tengah-tengah kota ini ada Racecourse yang cukup luas. Banyak kuda berkeliaran bebas yang sedang mencari makan. Banyak pohon-pohon pinus. Dipagari oleh perbukitan hijau. Kendaraan sangat sedikit jadi cukup sunyi.

Jalan-jalan sama kuda di dekat Race Course
Patung biksu di sebuah bundaran, pusat kota Nuwara Eliya

Saya sempat berjalan kaki keliling kota ini. Selain ada taman dan beberapa monumen, Nuwara Eliya juga punya beberapa bangunan kolonial, misalnya saja kantor posnya yang cukup iconic. Sembari mampir ke kantor pos Nuwara Eliya, saya juga sempatkan diri untuk mengirimkan kartu pos ke teman-teman saya di rumah.

Dekat dengan kantor pos ada terminal bus yang bisa mengantarkan kamu ke kota-kota terdekat hingga kota besar lainnya di Sri Lanka. Ada juga pusat perbelanjaan dan bisnis, tak luas namun cukup jika kamu ingin mencari makan dan belanja oleh-oleh.

Saya hanya menginap 1 malam di Nuwara Eliya namun pengalaman ini cukup berkesan. Nuwara Eliya juga sering dijadikan base buat para pelancong yang ingin hiking ke Horton’s National Park. Beberapa tempat menginap juga menawarkan promo sunrise di spot terkenal World’s End di taman nasional tersebut. Berhubung saya sedang tight budget nih jadi saya gak ikutan. Meski saya merekomendasikan untuk mengunjungi Nuwara Eliya, namun kayaknya tinggal kelamaan di sini juga kurang direkomendasikan. Kecuali buat kamu yang sedang patah hati dan ingin menyendiri. Cocok banget!

You may also like

20 Komentar

  1. Suka sama bangunan kolonialnya feb. yang bikin penasaran busnya itu…. kok dibikin blurr sih ?, pengen tau aja, busnya itu apa cuma warnanya doang yang sama. tapi over all, england banget Nuwara eliya ini. namanya pun cantik

  2. itu kebun teh sama rumah di bukit- bukit mirip- mirip lokasi buat suting di indonesia, ya? ehehe
    kotak posnya mirip yang dekat sd saya dulu. dan satu lagi, hurufnya lucu- lucu saya sampai cek sri lanka apanya thailand kok kayaknya huruf- hurufnya mirip sama yang dilihat di iklan thailand di youtube. 😀
    ohya, salam kenal.. 🙂 terimakasih sudah berbagi

    1. Hai Tuaffi! Salam kenal juga.

      Iya kalau soal kebun teh emang pemandangannya mirip kayak di sini hahaha hurufnya kayaknya turunan dari India juga. Sri Lanka punya 3 aksara, Tamil, Sinhala, dan Inggris

      1. Iya betul cantik banget. Sri Lanka ini sudah masuk daftarku juga sejak lama, dan setelah membaca artikel-artikelmu ini makin pengen Feb. Nanti kalau jadi ke sana, aku nanya-nanya boleh yaaa. Btw dirimu solo traveling atau sama teman kah? Menurutmu, memungkinkan gak untuk solo traveling aja ke sana?

          1. Hahaha udah keracunan sejak lama sih, cuma memang tulisanmu menaikkan kadar keracunannya Feb. Wah asik deh kalau gitu, soalnya kemungkinan besar aku pengen solo traveling aja ke sana.

            Duh sekarang aku galau, mau balik ke Himalaya lagi atau belok ke Sri Lanka hahahahaha

  3. Eh ya ampun keren banget, Feb! Lahan hijau berbukit-bukit, pacuan kuda, bangunan tua, kotak pos lama yang masih ada, memang England banget. Well, sebetulnya Bandung pun bisa jadi kayak gitu kalau lebih bersih, terawat, dan tanpa macet.

    Thanks rekomendasinya!

  4. Beneran tempat yang cocok untuk sembuhin patah hati ya. Hahaha. Feb, aku naksir kotak pos yang punya bentuk tak biasa itu. Dari tulisan-tulisan tenrang Sri Lanka jadi tahu banyak obyek bangunan tua yang masih terawat banget. Nuwara Eliya kumasukin list dulu ahh. 🙂

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.