Colombo Walking Tour: Kottu & Teh

Punya waktu 12 jam di Colombo enaknya diapain ya? Sebagai penutup perjalanan Sri Lanka, saya ingin mendedikasikan hari terakhir di Colombo. Kota ini cukup besar kalau ingin dijelajahi semuanya dalam waktu 12 jam. Akhirnya saya memutuskan untuk nongkrong di beberapa kafe dan mencicipi kuliner Sri Lanka untuk terakhir kalinya. Lewat jalan kaki, saya menemukan tempat-tempat asik di Sri Lanka.

Sebagai kota terbesar di Sri Lanka, Colombo tentunya punya banyak hal yang dapat dieksplor namun saya tidak begitu tertarik karena males dengan hiruk pikuk kota besar. Akhirnya mumpung punya waktu 12 jam untuk jalan-jalan di Colombo, saya menyempatkan diri untuk ‘walking tour’ atau jalan kaki di Colombo.

Destinasi pertama adalah Hotel de Pilawoos. Tunggu dulu.. saya ke sini bukan untuk check-in loh tapi buat makan. Namanya doang kok yang hotel tapi sebenernya ini tuh tempat makan. Menurut rekomendasi, ada kottu terkenal di Hotel de Pilawoos ini. Berhubung saya cukup suka kottu, akhirnya saya meluncur ke sini. Terletak di Galle Road, dan kebetulan saya datang dari Hikkaduwa (dekat Galle), maka saya cukup turun dari bus tepat di dekat restoran ini. Sayangnya pin di google berbohong 🙁 saya mesti jalan sekitar 2 km menuju lokasi yang sebenarnya.

Berikut ini rute Colombo Walking Tour:

colombo walking tour.jpg

img_9233

Hotel de Pilawoos – Direkomendasikan oleh buku Lonely Planet. Berhubung saya cukup suka kottu dan memang susah nemunya di luar Sri Lanka, jadi saya sempatkan mampir ke sini. Salah satu menu yang terkenal adalah Kottu Cheese-nya. Akhirnya saya pesan lah si kottu keju itu. Harganya memang jauh lebih mahal dari kottu biasa, dan mungkin karena ini kota tersibuk di Sri Lanka juga, jadi wajar kalau lebih mahal. Tak perlu menunggu lama, kottu datang dengan porsi yang cukup banyak. Potongan roti yang diiris bagaikan kwetiaw ini dimasak bersama bumbu khas Sri Lanka dan sayur mayur. Ditambah cheese yang meleleh dan daging ayam membuat kottu ini memang tambah gurih. Tapi menurut saya, untuk menikmati kottu asli yang lebih maknyos, rasanya lebih baik coba yang tanpa keju.

The Common Coffee House – Saya menemukan tempat ini di tengah perjalanan menuju Tea Breeze. Kota Colombo pada siang hari sangat lah panas. Saya yang sudah penuh keringat dan gak kuat dengan beratnya backpack serta panasnya matahari memutuskan untuk mengecek tempat ini. Lokasinya di salah satu kawasan elit Colombo, ya macam Menteng di Jakarta. Ada beberapa kedubes, sekolah internasional, dan butik serta toko-toko mewah. The Common ternyata salah satu pioner kafe di Colombo, sudah berdiri sejak belasan tahun lalu. Selain itu The Common punya free Wi-Fi, jadi lah saya mampir di sini untuk ngopi dan kerja. Yup.. berhubung saya kerja sebagai content writer, jadi meskipun “cuti” jalan-jalan, tapi tetap aktif kerja. Ngomong-ngomong suasana di sini cukup cozy tapi pegawainya agak kurang ramah kalau kita nongkrong lama-lama. Untung harga, ya lumayan lah, masih lebih murah dari harga Jakarta kalau menurut saya sih.

img_9255
Tea Breeze

Tea Breeze – Sebenarnya awalnya saya mau ke Ceylon Tea Moment tapi kok malah gak ketemu. Untungnya nemu Tea Breeze di gedung yang sama. Saya sangat merekomendasikan tempat ini, khususnya bila kamu ingin nyicipin teh asli Sri Lanka, high quality, di tempat yang cozy. Udah gitu harga satu teko teh di sini hanya Rs 300 (Rp 30.000) loh. Untuk tempat, pelayanan, dan rasa tehnya, saya sangat senang. Saya menghabiskan waktu dua jam di sini untuk bersantai. Lagi pula saya gak punya banyak agenda dan pesawat masih jam 11 malam. Tempat ini asik buat ngobrol, baca buku, atau pun kerja.

img_9290
Colombo Municipal Council

Colombo Municipal Council – Saya benar-benar gak punya arahan mau pergi ke mana setelah dari Tea Breeze. Akhirnya saya memutuskan untuk jalan-jalan sore. Sama seperti di Jakarta, setelah jam 4 sore, Colombo jadi lebih adem dan nyaman untuk berjalan kaki. Pedestrian walk di sini tergolong rapih dan nyaman. Saya berjalan mengikuti rambu-rambu di sekitar. Melewati Nelum Pokuna Mahinda Rajapaksa Theatre, bangunan yang cukup besar, saya kira ini adalah stadion ternyata teater! Kemudian jalan melewati Viharamahadevi Park yang berseberangan dengan Colombo Municipal Council. Sayangnya gerimis, jadi saya gak mampir dan hanya foto selfie di depan ‘white house’ nya Colombo.

img_9294
Masjid Dewatagaha

ODEL – Kemudian terus berjalan dan tiba di Masjid Dewatagaha. Kalau gak salah Islam merupakan agama terbesar kedua di Sri Lanka, jadi tak heran kalau nemu masjid di sini. Sepertinya yang satu ini salah satu masjid bersejarah. Warna bangunan putih dan bentuknya sangat ikonik. Di seberangnya ada tempat belanja ODEL. Tempatnya orang lokal hangout dan shopping-shopping. Berhubung hujan, ya saya mampir aja sambil lihat-lihat dan menambah oleh-oleh. Oh iya, kalau mau beli teh di sini cukup murah. Ada beragam kemasan dan merek khas Sri Lanka. Sekotak teh dilmah berisi 25 hanya sekitar Rs 100 kalau gak salah. Ada juga teh dilmah isi 100 tea bag hanya Rs 400, pas buat oleh-oleh kantor haha

Kota Colombo itu dibagi menjadi distrik-distrik. Ada distrik elit, ada distrik bersejarah, dll. Jadi kalau memang mau walking tour dan eksplor, sebaiknya riset terlebih dahulu distrik mana saja yang mau didatangi. Salah satu transportasi yang memudahkan adalah tuktuk/bajaj.

Berhubung bandara internasional Colombo letaknya cukup jauh, jadi harus ke bandara dari beberapa jam sebelumnya. Saya berangkat ke bandara dari terminal bus Fort sekitar jam 7 dan baru sampai sekitar jam 9 malam. Udah deg-degan aja soalnya si bus lewat jalur macet.

Perjalanan di Sri Lanka ditutup dengan Colombo yang melelahkan. Gak kelupaan juga, ada kesialan yang terjadi di airport.

IMG_9311.jpg

 

 

You may also like

9 Komentar

    1. Mungkin kalo bisa naro tas dan jalan santai, sih asik-asik aja ya.. Kalo mesti bawa-bawa backpack, gak deh 🙁

      Iya, sebenernya Colombo byk wisata sejarah dan arsitektur kok.

      hahaha perusahaan yg mana? yg sebelumnya udah ada pengganti

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.