Cerita Foto dari Portland, Oregon (Film Camera)

Portland, Oregon, bisa dibilang sebagai kota paling nyentrik se-Amerika Serikat. Selain kota ini ‘nyeni’ banget, Portland juga dikenal dengan kota paling ‘kutu buku’, well.. kalau dibahasa-Indonesiakan jadi agak gimana ya? Tapi bisa dibilang, orang-orang di Portland lebih berwawasan ketimbang kota lainnya di Amerika Serikat. Selain punya taman terkecil di seluruh penjuru dunia, Portland juga punya acara unik yaitu World Naked Bike Ride. Ada banyak fakta unik lain soal Portland yang bikin kita geleng-geleng kepala atau terkesan, tapi satu alasan mengapa saya buat postingan ini karena saya suka kota Portland. Selain punya bangunan-bangunan tua yang bagus, Portland juga dikelilingi oleh gunug-gunung yang agung di sekitarnya.

Bicara soal cerita foto, rasanya saya juga harus menceritakan mengapa kali ini saya menampilkan foto-foto dari hasil film camera. Akhir-akhir ini saya merasa bahwa gap antara kamera handphone dan kamera beneran (DSLR atau Mirrorless) semakin dekat. Beberapa kali, bahkan saya tak perlu bawa kamera Mirrorless saya, cukup pakai kamera handphone, hasilnya sudah sangat memuaskan. Dari situ saya merasa bosan dengan kecanggihan kamera digital zaman sekarang. Semuanya flawless dan tanpa pengaturan yang ribet, hasil foto bahkan lebih cantik dari pemandangan aslinya. Maka dari itu, saya ingin bereksperimen dengan film kamera.

Kali ini saya memakai kamera Mamiya/Sekor 1000DTL. Kamera SLR ini diproduksi dari tahun 1968 – 1973. Menurut saya cukup canggih untuk tahun segitu, ada kamera SLR dengan speed sampai 1/1000. Lensa yang dipakai sendiri adalah lensa fixed 55mm f/1.4. Cukup seru! Fokusnya menghasilkan bokeh-bokeh sedap.

Perjalanan ke Portland, Oregon, kali ini saya memakai film Fujicolor Superia XTRA-400, yang menurut saya memiliki ISO yang cukup. Saya mengantisipasi hari yang mendung dan foto di bawah bayangan gedung ataupun pohon. Tapi bisa dilihat sendiri nanti hasilnya.

 

Portland, Oregon
Selamat datang di Portland, Oregon
Jalur street car (tram) di Portland
Kota ini asyik untuk diajak berjalan kaki dan pastinya.. cocok untuk nge-date.
Di salah satu sudut di pusat kota, terdapat banyak pedagang kaki lima dengan berbagai macam ‘etnic food’. Mulai dari Thai food sampai Polish food.
Saya suka sekali dengan kota yang memiliki tram, atau di Amerika Serikat lebih sering dipanggil Street Car. Portland ini merupakan kota dengan angka penumpang street car tertinggi Amerika Serikat, sekitar 4-5 juta penumpang per tahun. Masih rendah, tapi untuk negara dengan ‘car minded’ seperti Amerika Serikat, angka ini termasuk besar.
Portland Art Museum
Salah satu koleksi di Portland Art Museum.
Downtown Portland memiliki banyak bangunan tua. Dulunya kota ini dibangun sebagai kota industri karena memiliki akses transportasi sungai yang baik.
Portland juga merupakan salah satu kota di Amerika Serikat paling ramah untuk pengendara sepeda.
Salah satu sudut Downtown Portland. Situasi minggu pagi di Portland. Orang-orang menikmati suasana musim semi dengan ‘brunch’ di luar ruangan.
Pemandangan sudut Portland lainnya di seberang sungai. Terlihat kota ini dikelilingi oleh pegunungan.
Pemandangan kota Portland dari ketinggian, terlihat Gunung Hood berdiri kokoh di seberang. Kota ini cantik, asri, dan bersih.

You may also like

2 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.