Update 2018: Kenapa Menulis Blog Semakin Sulit

Halo! Yup, barusan adalah sambutan dengan rasa bersalah karena sudah 2 bulan gak update blog. Pembelaannya adalah karena saya semakin sibuk dan lebih semangat buat merencanakan perjalanan ketimbang menuliskan pengalaman perjalanan. Sebenarnya saya juga udah sering bertanya-tanya, kenapa sih makin ke sini semakin jarang update blog? Padahal semakin sering traveling dan akses internet semakin bagus. Ada yang tahu kenapa?

Di update awal tahun 2018 ini saya mau mencurahkan perasaan soal blogging. Mungkin juga analisa diri mengapa semakin jarang update blog.

1. Manajemen Waktu

Sebenarnya dari dulu hingga sekarang, ya sama aja, saya punya waktu 24 jam sehari, 7 hari seminggu. Tapi manajemen waktu rasanya semakin padat saja. Blogging atau setidaknya menulis postingan sebenarnya butuh waktu yang intensif. Mulai dari menyusun kata-kata sampai mencari tambahan informasi. Proses risetnya itu membutuhkan waktu yang gak sebentar loh. Kalau pulang kerja, kok rasanya gak sanggup, maunya santai aja nonton TV sampai ngantuk. Kemudian pas weekend, maunya tidur seharian atau jalan-jalan ke luar. Ya, memang.. selalu aja ada excuse atau alasan supaya gak nge-blog.

2. Alasan Teknis

Entah kenapa dulu rasanya gampang banget buat ngeblog. Abis jalan, tinggal tulis apa yang dialami di blog. Sekarang? Kok rasanya makin ribet ya? Mesti baca-baca lagi biar isi blog lebih menarik dan informatif. Belum lagi mesti edit foto dan kasih watermark. Terus mesti mikirin banget SEO nya gimana. Lebih banyak faktor teknis yang dipikirin, lebih gampang buat menyerah pada postingan blog. Setidaknya itu yang saya alami. Saya jadi males kalau cuma nulis blog yang asal-asalan. Rasanya sekarang karena sudah tahu teknis menulis dan nge-blog, semakin pilih-pilih buat membuat satu tulisan. Saya gak bilang isi blog saya sekarang sudah terstruktur ya, mungkin lebih baik dari lima tahun lalu dan tentunya saya ingin terus memperbaiki isi blognya. Mungkin karena semakin kita peduli, semakin banyak aturan yang mesti diterapkan.

3. Semakin Sering Jalan-jalan

Nah.. ini juga bisa dijadikan alasan. Ketika belum selesai traveling tapi sudah punya rencana traveling selanjutnya? Rasa semangat menulis rasanya semakin luntur dan dikalahkan oleh semangat mengeksplor tempat baru. Ini yang saya alami ketika sering ke Jepang buat jalan-jalan. Padahal banyak banget hal yang bisa (dan harus) saya tulis di blog ini soal destinasi-destinasi di Jepang itu, tapi kok.. malah saya gak tulis-tulis? Mungkin bisa dibilang, materinya terasa basi dan lebih semangat dengan hal-hal terbaru yang kita alami.

4. Instagram

Entah itu Instagram atau social media lainnya, rasanya ini menjadi faktor kemalasan saya untuk ngeblog. Kan.. udah saya share di IG, terus jadi males dipost di blog. Enaknya Instagram itu, kita tinggal post foto dan sedikit caption, udah. Lagian kalau dipikir-pikir, kebanyakan orang kan hanya ingin liat fotonya aja, bukan?

5. Selalu Ada Hari Esok

Sebenarnya dari keempat alasan di atas, bisa disimpulkan kalau ternyata hanya ada satu alasan yaitu ‘kan bisa besok’ alias MALAS! Entah kenapa disiplin itu susah banget. Padahal buat blog post seminggu sekali harusnya tidak susah.

Semoga 2018 membawa perubahan di dalam jiwa perbloggingan saya. Doain ya man-teman.. Sementara itu, ada banyak postingan soal Peru yang mesti saya tulis dan bagikan di blog ini.

Tahun 2018, saya punya ambisi untuk bisa menginjakkan kaki di 5 benua. Sejauh ini sudah ke Peru di Amerika Selatan. Pertengahan tahun nanti ada rencana eksplor negara-negara Asia Tenggara. Main ke New Zealand. Ada rencana ke Eropa dan kalau sudah sampai Eropa saya mau mampir ke Maroko dan mungkin mantai di Cape Verde? Well.. let’s see!

Jadi apa alasan kamu buat males ngeblog? Dan apa rencana kamu di 2018?

2 tanggapan pada “Update 2018: Kenapa Menulis Blog Semakin Sulit”

  1. kalo lagi males nulis, inget ada banyak yang suka baca, meski ga rutin tp ada yang rajin baca semuanya wkwk gegara blog ini masih eksis, aku jadi terinspirasi supaya blognya juga produktif walau gak seinformatif ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.